Rabu, 03 Juni 2015



MAKALAH HASIL OBSERVASI MADRASAH IBTIDAIYAH HIDAYATUL ATHFAL
Kelas :ASD4
Di Susun Oleh :


Nanda Ligia Humaeroh 2013820004
Hilya Aulia 2013820044
Nur Syifa 2013820050
Ika Fitria 2013820052
NurFitria 2013820053 





Pendidikan Guru Sekolah Dasar
Fakultas Ilmu Pendidikan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
2015


Puji syukur kehadirat Tuhan Yang Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang sangat sederhana, terimakasih juga kepada kedua orang tua, Dekan fip umj, Dosen fip umj, dan teman-teman khususnya pada Madrasah Ibtidaiyah Hidayatul Athafal yang mengizinkan kami untuk observasi.  Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam pendidikan dalam profesi keguruan.
Harapan saya semoga makalah ini membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih baik.
Makalah ini saya akui masih banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.

Jakarta, Juni 2015
Penyusun









MADRASAH IBTIDAIYAH HIDAYATUL ATHFAL
 
NAMA GURU: TOMMY SUGANDA, S.Pd 
KELAS : 4,5,6 MI




Kami observasi kesekolah tersebut mewawancarai bapak Tommy, Wali kelas 4,5,6 .
Terimakasih. Beliau sangat baik dan mau meluangkan waktu nya untuk kami, dan mau mengajak kami berkeliling disekolah tersebut
Permasalahan Pembelajaran PKN ( pendidikan kewarganegaraan)
            KTSP
1.    Hanya menggunakan metode diskusi dan ceramah
2.    Terlalu berpacu kepada buku dan guru (Teacher Center)
3.    Siswa mudah bosan
4.    Siswa kurang aktif
5.    Pembelajaran terlalu monoton
6.    Anak kurang memperhatikan pembelajaran (daya tangkap)
7.    Siswa masih banyak yang bermain ketika proses belajar mengajar berlangsung
8.    Permasalahan pembelajarannya tidak terlalu sulit karena materinya masih standar
9.    Ketika tahun ajaran baru sekolah tersebut sangat lambat menerima buku, bahkan buku pegangan untuk guru tersebut hanya LKS
10. Anak banyak yang tidak masuk, sehingga proses pembelajaran terhambat (guru harus mengulang materinya kembali)
KURIKULUM  2013           
1.    Berpacu pada buku.
2.    Berkoordinasi pada guru-guru yang lain sebelum memulai pelajaran.







Permasalahan 8 Standar Nasional Pendidikan

1.    Standar Kompetensi Lulusan
2.    Standar Isi
3.    Standar Proses
4.    Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan
5.    Standar Sarana dan Prasarana
6.    Standar Pengelolaan
7.    Standar Pembiayaan Pendidikan
8.    Standar Penilaian Pendidikan


























1.    Standar Kelulusan
Tidak lagi UN (Ujian Nasional) jadi syarat mutlak untuk kelulusan.
Kendala nya: sebuah contoh ada siswa yang terkenal pinter dikelas, ia selalu dapat nilai yang bagus, saat sedang UN (Ujian Nasional) berlangsung  iya sakit, jadi tidak dapat menguasai pelajaran dengan baik dan hasil UN pun jelek.
Untuk materi PKN itu sendiri ada 7 standar dalam kelulusan, seperti : Toleransi, Perjuangan Kebangsaan, Keberagaman Agama, dll. Standar kompetensi nya seorang siswa mampu apa yang di pahami materi tersebut.
2.    Standar Isi
Keberadaan yang ada, jadi tidak focus dengan materi buku yang ada di beragamkan, dikasih tugas kelompok, keliping, pelajaran yang terkait dengan Pkn agar mereka dapat menambah wawasan.
Kendala :
·         daya tangkap anak berbeda-beda, ada orang tua yang cuek dengan prestasi anak.
·         Beban belajar : untuk pelajaran pkn ada 4 jam dalam 1 minggu, muatanya tentang kewarganegaraan dam nasionalisme. 1 pertemuan 2 jam , selain jam kelas siswa mengikuti Les yang akan di UN kan.

3.     Standar Proses
Untuk menyemangati motivasi siswa berbeda-beda dan kemampuan siswa ada yang di pancing diskusi, di beritugas, interaksi dan komunikasi.

4.    Standar Tenaga Pendidikan
Jadi, harus diisi dengan jurusannya masing-masing, mampu atau tidak ia menguasai materi untuk menyampaikan pelajaran kepada siswa.
Disini tidak sesuai dengan jurusan kuliah, tetapi mereka mampu mengguasai materi. Secara umum guru mampu berbaur kepada siswa dan memotivasi anak.

5.    Standar Sarana dan Prasarana
Untuk berbicara umum pembelajaran pkn kegiatan-kegiatan lebih banyak dari pada kunjungan ke monumen pancasila, monument sejarah. Bersifat observasi keluar.
Kendala :
Buku, memberikan buku k13 akhirnya dipertengahan dig anti ke ktsp, buku k13 belum di ambil  oleh pemerintah.


6.    Standar Pengelolaan.
Karna sekolah tersebut adalah punya yayasan, yang menjadi kendaladi sekolah menggunakan Dana BOS, tidak minta kepada siswa karna sekolah geratis.
7.    Standar Pembiayaan Pendidikan
Sekolah tersebut mendapat Dana Bos, untuk bayaran guru yang di tanggung. Selain dari Dana Bos sekolah juga dapat dari provinsi, tetapi tidak turun setiap bulannya.
Untuk pembelian spidol, penghapus, menggunakan uang KAS, dan Donatur membantu untuk kegiatan-kegiatan seperti Maulid di sekolah.
8. Standar Penilaian Pendidikan
Untuk penilaian bukan syarat mutlak, artinya kelulusan. tetapi melalui penilaian pribadi seperti : rajin, aktivitas, kemampuas siswa (penilaian khusus).
Kendala:
Rata-rata siswa yang males nilai nya hancur dan nilai akhirnyapun jelek. Kita hamper menemukan siswa seperti itu didalam kelas.









Tidak ada komentar:

Posting Komentar