MAKALAH PEMBELAJARAN TERPADU
PEMBELAJARAN TERPADU MENURUT FORGATY
(PENGGALAN/FRAGMENTED)
PEMBELAJARAN TERPADU MENURUT FORGATY
(PENGGALAN/FRAGMENTED)
DISUSUN UNTUK MEMENUHI TUGAS MATA KULIAH TEMATIK
SEMESTER EMPAT TAHUN AJARAN 2013/2014
SEMESTER EMPAT TAHUN AJARAN 2013/2014

2015
KATA PENGANTAR
Puji syukur penulis panjatkan kehadirat Allah SWT atas rahmat dan
hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan makalah yang berjudul
“Pembelajaran Terpadu Menurut Forgaty (Penggalan/ Fragemented) ”
Makalah
ini disusun untuk memenuhi tugas mata
kuliah Tematik Semester Empat Tahun Ajaran 2013/2014
Penulis telah berusaha maksimal untuk
menyelesaikan makalah ini dengan baik. Apabila dalam karya makalah ini masih
terdapat banyak kesalahan, hal itu karena keterbatasan pengetahuan dan
kemampuan penulis. Oleh karena itu, penulis mengharapkan kritik dan saran yang
bersifat membangun demi kesempurnaan makalah
pada masa yang akan datang. Penulis berharap makalah ini dapat
bermanfaat bagi penulis maupun pembaca.
DAFTAR
ISI
HALAMAN JUDUL..................................................................................... i
KATA PENGANTAR ................................................................................. ii
DAFTAR ISI ............................................................................................... iii
BAB I PENDAHULUAN .......................................................................... 1
Latar Belakang Masalah ............................................................................... 1
Rumusan Masalah ......................................................................................... 2
Tujuan Penulisan ........................................................................................... 2
BAB II PEMBAHASAN ............................................................................. 3
Pengertian Pembelajaran Terpadu Penggalan(Fragmented) .......................... 3
Gambaran Pembelajaran Terpadu Penggalan(Fragmented) .......................... 4
Kelebihan Pembelajaran Terpadu Penggalan(Fragmented) ........................... 4
Kelemahan Pembelajaran Terpadu Penggalan(Fragmented).......................... 5
Kegunaan Pembelajaran Terpadu Penggalan(Fragmented)............................ 5
Penerapan Pembelajaran Terpadu Penggalan(Fragmented)........................... 5
BAB III PENUTUP ..................................................................................... 7
Simpulan ........................................................................................................ 7
Saran .............................................................................................................. 7
DAFTAR PUSTAKA)….............................................................................. 8
BAB I
PENDAHULUAN
1. Latar Belakang
Sebelum
memasuki bangku sekolah, anak terbiasa memandang dan mempelajari segala
peristiwa yang terjadi di sekitarnya atau yang dialaminya sebagai suatu
kesatuan yang utuh (holistik), mereka tidak melihat semua itu secara parsial
(terpisah-pisah). Sayangnya, ketika memasuki situasi belajar secara formal di
bangku sekolah dasar, mereka disuguhi oleh berbagai ilmu atau mata pelajaran
yang terpisah satu sama lain sehingga mereka terkadang mengalami kesulitan
untuk memahami fenomena yang terjadi di lingkungan masyarakat dan alam
sekitarnya. Penyelenggaraan pendidikan dengan menekankan pada pembelajaran yang
memisahkan penyajian antar satu mata pelajaran dengan mata pelajaran lainnya
akan mengakibatkan permasalahan yang cukup serius terutama bagi siswa usia
sekolah dasar.
Pembelajaran
yang memisahkan secara tegas penyajian matapelajaran-matapelajaran tersebut
hanya akan membuahkan kesulitan setiap anak karena hanya akan memberikan
pengalaman belajar yang bersifat
artifical atau pengalaman belajar yang dibuat – buat. Oleh karena itu, proses
pembelajaran pada satuan pendidikan sekolah dasar, terutama untuk kelas – kelas
awal, harus memperhatikan karakteristik anak yang akan menghayati pengalaman
belajar tersebut sebagai satu kesatuan yang utuh. Pengemasan pembelajaran harus
dirancang secara tepat karena akan berpengaruh terhadap kebermaknaan pengalaman
belajar anak.
Pengalaman
belajar yang menunjukan kaitan unsure – unsure konseptual baik di dalam maupun
antar matapelajaran, akan memberi peluang bagi terjadinya pembelajaran yang
efektif dan lebih bermakna (meaning learning).
Pembelajaran
terpadu sebagai suatu konsep merupakan pendekatan pembelajaran yang melibatkan
beberapa matapelajaran untuk memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi
anak. Pembelajaran terpadu diyakini sebagai pendekatan yang berorientasi pada
praktek pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan anak. Pembelajaran terpadu
secara efektif akan membantu menciptakan kesempatan yang luas bagi siswa untuk
melihat dan membangun konsep-konsep yang saling berkaitan. Dengan demikian,
memberikan kesempatan kepada siswa untuk memehami masalah kompleks yang ada di
lingkungan sekitarnya dengan pandangan yang utuh. Dengan pembelajaran terpadu
ini siswa diharapkan memiliki kemampuan untuk mengidentifikasi, mengumpulkan,
menilai dan menggunakan informasi yang ada di sekitarnya secara bermakna. Hal
itu dapat diperoleh tidak saja melalui pemberian pengetahuan baru kepada siswa melainkan
juga melalui kesempatan memantapkan dan menerapkannya dalam berbagai situasi
baru yang semakin beragam.
2. Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana Pengertian Model Fragmented?
2.
Bagaimana Gambaran Model Fragmented?
3.
Bagaimana Kelebihan Model Fragmented?
4.
Bagaimana Kelemahan Model Fragmented?
5.
Bagaimana Kegunaan Model Fragmented?
6.
Bagaimana Penerapan Model Fragmented?
3. Tujuan Penulisan
1.
Untuk Mengetahui Bagaimana Pengertian Model Fragmented?
2.
Untuk Mengetahui Bagaimana Gambaran Model Fragmented?
3.
Untuk Mengetahui Bagaimana Kelebihan Model Fragmented?
4.
Untuk Mengetahui Bagaimana Kelemahan Model Fragmented?
5.
Untuk Mengetahui Bagaimana Kegunaan Model Fragmented?
6.
Untuk Mengetahui Bagaimana Penerapan Model Fragmented?
BAB II
PEMBAHASAN
1. Pengertian
Model Fragmented

Model
Fragmented adalah susunan kurikulum tradisional yang memisahkan berbagai macam
disiplin ilmu. Secara khusus, ada empat macam bidang akademis yang diberi nama Matematika,
Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), Bahasa dan Seni, Ilmu Pengetahuan Sosial
(IPS),.Ilmu murni dan ilmu praktis dalam hal ini seni digolongkan matapelajaran
lunak dibandingkan dengan berbagai matapelajaran yang bersifat keras. Ada
berbagai macam disiplin ilmu yang kita namai dengan ilmu kemanusiaan. Di dalam
kurikulum standar, berbagai matapelajaran tersebut diajarkan secara terpisah
dan sama sekali tidak ada usaha untuk menghubungkan dan menggabungkan
pelajaran-pelajaran tersebut. Dan karena inilah ada semacam hubungan tumpang
tindih antara ilmu pengetahuan Fisika dan Kimia dalam matapelajaran IPA dan
hubungan antara keduanya bersifat implicit dan bukan secara eksplisit (jelas)
sehingga perlu adanya pendekatan di dalamnya.
Berdasarkan
pernyataan tersebut, dapat disimpulkan bahwa model fragmented ini menunjukkan
pengintegrasian secara implicit di dalam satu displin ilmu tertentu (intra
disiplin). Di dalam masing-masing disiplin ilmu itu memiliki bagian-bagian atau
bidang-bidang ilmu yang merupakan satu kesatuan dalam bidang ilmu tersebut.
Misalnya dalam pembelajaran Bahasa Indonesi terdapat lima aspek yaitu:
Berbicara, menulis, menyimak, membaca, dan apresiasi sastra. Dalam pelaksanaan
pembelajaran Bahasa Indonesia ini lima aspek tersebut dianjurkan secara
menyeluruh sesuai dengan kurikulum yang telah direncanakan. Untuk mata
pelajaran IPA terdiri atas ilmu Kimia, Fisika, dan Biologi. Sedangkan
matapelajaran IPS terdiri atas ilmu Geografi, Sejarah, dan Ekonomi dan Koprasi.
2. Gambaran
Pembelajaran TerpaduPenggalan (Fragmented)
Dalam jenjang pendidikan tingkat menengah, masing-masing
disiplin ilmu tersebut diajarkan oleh guru yang
berbeda dengan menggunakan berbagai macam lokasi yang berbeda tetapi
masih di lingkungan sekolah yang sama.
Hal ini yang menyebabkan pemecahan atau pemisahan materi dalam kurikulum antara
matapelajaran yang satu dengan matapelajaran yang lainnya. Dan pemisahan antara
berbagai bidang ilmu itu terlihat jelas pada saat guru mengatakan “Sekarang
anak-anak bukalah buku IPA kalian dan masukkan buku Matematikamu, dan sekarang
waktunya kita belajar IPA”. Dan jadwal pelajaran di sekolah pun menunjukkan
jadwal yang berbeda antara pelajaran Matematika, IPA, atau bidang ilmu Sosial
yang lainnya. Hampir tak satu pun matapelajaran yang dijadikan satu atau
dihubungkan satu kesatuan yang saling berkaitan.
3. KelebihanPembelajaran
TerpaduPenggalan (Fragmented)
Salah satu
kelebihan dari model fragmented ini adalah menjaga agar suatu matapelajaran
terjaga keaslian dan kemurniannya tidak tercampuri dengan matapelajaran yang
lainnya. Oleh karena itu model ini menyiapkan seorang guru yang betul-betul
pakar atau ahli di bidang matapelajaran yang ia ajarkan dan mampu mengajarkan,
menggali, dan memahami materi tersebut secara luas dan mendalam. Dan model ini
juga memberikan “zona kenyamanan” bagi seluruh pesertanya artinya guru akan
ditempatkan sebagai seorang sumber belajar, sedangkan siswa sebagai pencari
ilmu yang berbeda. Dengan bantuan seorang guru siswa akan banyak mendapatkan
kelebihan dari model fragmented ini.
4. Kelemahan
Pembelajaran TerpaduPenggalan (Fragmented)
Kelemahan dari
model fragmented ini ada dua yaitu siswa tidak mampu membuat hubungan yang
berkesinambungan antara macam bidang ilmu yang berbeda sehingga mereka tidak
mampu membuat hubungan secara konsep dua matapelajaran yang berbeda. Yang kedua
model ini akan menyebabkan semacam proses tumpang tindih dalam hal konsep,
perilaku dan konsep yang dikuasai siswa.
Model
fragmented ini akan berguna apabila diterapkan pada sekolah dasar yang siswanya
memiliki berbagai macam karakter yang berbeda dengan berbagai macam bidang ilmu
yang ada yang nantinya siswa akan didorong untuk memilih jurusan yang paling
mereka sukai. Dan model ini sangat bermanfaat pada tingkat menengah atas dan
universitas di mana masing-masing siswa akan kita dorong untuk menentukan dan
mengkhususkan bidang keahlian yeng meraka miliki melalui serangkaian aktivitas
seperti monitoring, pelatihan, serta kerja sama belajar. Selain itu model ini
juga sangat bermanfaat untuk guru yang ingin lebih spesifik dalam keahliannya
di bidang ilmu tertentu dan menggembangkan kurikulum yang ada dalam proses
pembelajaran di kelas.
6. Penerapan
Model Fragmented
Model
fragmented di Sekolah Dasar sangat tepat diterapkan di kelas tinggi yaitu di
kelas IV, V, dan VI. Di kelas tersebut pemahaman siswa lebih konkrit dibanding
di kelas I, II, dan III yang masih bersifat abstrak atau global sehingga di
kelas tinggi ini siswa mampu untuk menerima guru dan matapelajaran yang berbeda
dalam proses pembelajarannya.
Sebagai contoh
penerapan, berikut ini tentang pembelajaran Bahasa Indonesia di sekolah dasar
kelas 5 dengan menggunakan pembelajaran terpadu model fragmented.
Tujuan
pembelajaran Bahasa Indonesia adalah meningkatkan kemampuan berbahasa siswa
baik lisan maupun tertulis. Kemampuan berbahasa meliputi kemampuan
mendengarkan, membaca, berbicara, menulis, dan apresiasi sastra. Dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia diharapkan kelima kemampuan tersebut dapat
meningkat baik secara lisan maupun tertulis.
Untuk
meningkatkan dan mengembangkan kemampuan berbahasa siswa diperlukan berbagai
usaha, strategi maupun metode yang inovatif dan kreatif sehingga pembelajaran
Bahasa Indonesia tidak menjadi pembelajaran yang membosankan bagi siswa. Dengan
pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan diharapkan siswa
dapat belajar mandiri dan merasa bertanggung jawab untuk mengembangkan
kemampuannya sendiri tanpa ada paksaan dari guru. Untuk mencapai tujuan
tersebut seorang guru harus berusaha untuk membuat rencana pembelajaran sesuai
dengan kebutuhan, potensi, sarana dan prasarana yang tersedia.
Dalam
pembelajaran Bahasa Indonesia, kelima aspek kemampuan berbahasa tersebut harus
diberikan secara menyeluruh dan terencana, sehingga diharapkan siswa dapat
meningkatkan dan menguasai kelima aspek tersebut baik secara lisan maupun tulis
dalam pengembangan ilmu pengetahuan.
Pembelajaran
kebahasaan juga tak kalah pentingnya dalam pengembangan pembelajaran Bahasa
Indonesia selain kelima aspek kemampuan berbahasa tersebut. Walaupun dalam KTSP
pembelajaran kebahasaan tidak dicantumkan secara eksplisit atau secara tertulis
tetapi dalam pengembangan pembelajarannya aspek kebahasaan ini harus diberikan
secara terintegrasi dalam dalam kelima aspek tersebut. Hai ini disebabkan aspek
kebahasaan meerupakan dasar dari kemampuan berbahasa seseorang agar mereka
dapat berkomunikasi dengan baik dan benar secara lisan maupun tulis.
BAB III
PENUTUP
1. Kesimpulan
Model Fragmented
adalah model pembelajaran konvensional (umumnya) yang terpisah secara mata
pelajaran. Hal ini dipelajari siswa tanpa menghubungkan kebermaknaan dan
keterkaitan antara satu pelajaran dengan pelajaran lainnya. Setiap mata
pelajaran diajarkan oleh guru yang berbeda dan mungkin pula ruang yang berbeda.
Setiap mata pelajaran memiliki ranahnya tersendiri dan tidak ada usaha untuk
mempersatukannya. Setiap mata pelajaran berlangsung terpisah dengan
pengorganisasian dan cara mengajar yang berbeda dari setiap guru.
2. Saran
Seorang
pendidik (guru) diharapkan mampu menyesuaikan dan mengkondisikan kepada siswa
yang bagaimana model pembelajaran fragmented ini diterapkan.
DAFTAR PUSTAKA
Resmini, Novi.
Model-model Pembelajaran Terpadu pdf. Universitas Pendidikan Indonesia
Soenarko,
Bambang. 2011. Konsep Pembelajaran
Terpadu. Kediri: Universitas Nusantara PGRI Kediri
http://meilanikasim.wordpress.com/2011/04/20/makalah-pembelajaran-terpadu/ diudnduh pada 31 maret 2013 pukul 18.03 wib
http://heptajayawardana.blogspot.com/2012/10/10-model-pembelajaran-sains-terpadu.html .
diunduh pada 31 maret 2013 19: 07 wib
diunduh pada
31 maret 2013 19: 13 wib
diunduh pada
31 maret 2013 20: 01 wib
http://rizkapratiwijaya.blogspot.com/2013/03/pembelajaran-terpadu-tipe-fragmented.html diunduh pada 1
april 2013 pukul 05:24 wib
http://cara-yienhapsari.blogspot.com/2012/11/makalah-model-pembelajaran-fragmented.html diunduh pada 1 april 2013 pukul 05:30 wib
http://www.ahmatnurdin.com/model-pembelajaran-terpadu-tipe-fragmanted-terpisah.html diunduh pada 1 april 2013 pukul 05:36 wib
http://edukasi.kompasiana.com/2010/11/26/model-model-pembelajaran-terpadu/-.html diunduh pada 1 april 2013 pukul 05:38wib
http://journal424.wordpress.com/2013/02/10/pembelajaran-terpadu-tipe-fragmented/ diunduh pada 1
april 2013 pukul 05:40 wib
Tidak ada komentar:
Posting Komentar