Jumat, 22 Mei 2015

UPAYA MENANAMKAN CINTA TANAH AIR PADA ANAK SD



Assalamualaikum Wr.Wb

UPAYA MENANAMKAN CINTA TANAH AIR PADA ANAK SD
Cinta tanah air, ungkapan ini tentunya sering kita dengar dalam kehidupan kita sehari-hari. Cinta tanah air merupakan perwujudan rasa bangga akan tanah airnya, rela berkorban untuk bangsa dan negaranya, dan menjunjung tinggi harkat dan martabat bangsanya.
Rasa cinta tanah air dan bangsa yang terangkum dalam semangat patriotisme harus selalu tertanam dalam setiap sanubari rakyat Indonesia. Apalagi, akhir-akhir ini rasa nasionalisme tersebut kian dirasakan tidak sekuat dahulu. Untuk itu perlu digalakan kembali semangat kebangsaan ini. Semangat inilah yang ingin juga ditumbuhkembangkan demi menciptakan generasi yang sangat mencintai tanah tumpah darahnya.
Generasi “founding fathers” pada masa penjajahan berhasil membangkitkan rasa cinta tanah air dan bangsa yang pada akhirnya berhasil memerdekakan bangsa Indonesia. Kalau saja rasa cinta tanah air dan bangsa sekali lagi bisa menjadi faktor yang memotivasi bangsa Indonesia, ada kemungkinan bangsa Indonesia akan bisa bangkit kembali dengan masyarakatnya bisa menghasilkan karya-karya yang membanggakan kita sebagai bangsa
Individu yang memiliki rasa cinta pada tanah airnya akan berusaha dengan segala daya upaya yang dimilikinya untuk melindungi, menjaga kedaulatan, kehormatan dan segala apa yang dimiliki oleh negaranya. Rasa cinta tanah air inilah yang mendorong perilaku individu untuk membangun negaranya dengan penuh dedikasi. Oleh karena itu, rasa cinta tanah air perlu ditumbuhkembangkan dalam jiwa setiap individu yang menjadi warga dari sebuah negara atau bangsa agar tujuan hidup bersama dapat tercapai.
Kapan patriotisme itu seharusnya ditumbuhkan atau dikembangkan? Sejak anak usia dini, inilah waktu yang paling tepat. Anak adalah investasi bangsa. Guru hendaknya bisa menggali potensi dan menanamkan kebanggaan untuk bisa mencintai negerinya sendiri. Kegiatan pembelajaran yang cenderung terfokus pada indikator yang ada pada kurikulum, kadang membuat guru lupa untuk mengembangkan kreasinya dalam mengolah tema pembelajaran.
Pada usia ini, anak dengan segala keunikannya adalah usia emas di mana anak sangat mudah menyerap informasi dan peka dengan lingkungannya. Segala hal yang terekam pertama kali oleh anak akan tertanam dalam otaknya hingga ia dewasa. Oleh karena itulah mengapa pada sekolah dasar sangat ditekankan pengembangan sikap dan perilaku serta kemampuan dasarnya agar pada usia emas ini anak sudah memiliki dasar pendidikan yang kuat untuk menapaki jenjang pendidikan selanjutnya.
Oleh sebab itu, guru perlu melakukan upaya-upaya untuk menanamkan rasa cinta tanah air kepada siswanya. Apabila sejak dini perasaan bangga akan bangsanya sudah ditanamkan dengan kuat, maka semangat patriotisme akan melekat dalam diri anak. Anak usia SD tahap perkembangan kognitifnya berada pada tahapan operasional konkret menurut Piaget.
Maksudnya, anak menerima segala sesuatunya secara konkret dan masih belum bisa berpikir abstrak. Oleh sebab itu, sebagai guru kita harus menanamkan rasa cinta tanah air kepada anak didik kita secara konkret dan bukan sekedar teori. Apa saja upaya yang bisa dilakukan oleh guru untuk menumbuhkan atau menanamkan cinta tanah air kepada siswanya akan dibahas dalam makalah ini.
Wassalamualaikum Wr.Wb.

Nama Dosen   : Dirgantara Wicaksono
Mata Kuliah    : Pengembangan Pembelajaran Pkn di SD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar