Assalamualaikum
Wr.Wb
Upaya
Menanamkan Cinta Tanah Air di Keluarga
Keluarga
merupakan lingkungan pertama dan terkecil setiap orang. Manusia lahir dan
tumbuh dalam keluarga. Keluarga mempunyai peran yang cukup besar dalam
perkembangan kepribadian seorang anak. Dalam keluarga, anak memperoleh
pendidikan pertamanya. Disana pula dasar atau fondasi diri seorang anak
terbentuk. Bagaimana proses edukasi dalam sebuah keluarga sangat menentukan
perkembangan moral, psikologis, dan spiritualis seorang anak.
Setiap
keluarga harus mampu menciptakan suasana yang nyaman, aman, dan menyenangkan
bagi setiap anggotanya agar tercipta ketentraman dan kedamaian yang
diidam-idamkan. Hal tersebut dapat tercapai jika terjadi interaksi dan
sosialisasi yang baik antar anggota keluarga.
Demikian
halnya dengan penanaman cinta tanah air dalam diri seorang anak. Upaya pertama
tentunya harus datang dari lingkungan keluarga. Bagaimanapun juga, keluarga
adalah lingkungan yang paling kecil. Segala sesuatunya bermula di keluarga.
Upaya
penanaman cinta tanah air di lingkungan keluarga dapat dilakukan dengan
pemberian kebebasan setiap anggota keluarga untuk berpendapat. Sistem demokrasi
dalam keluarga memang sederhana, namun justru sangat penting. Jika di dalam
keluarga sudah diajarkan untuk berdemokrasi dan terbuka dengan pendapat orang
lain, maka anak akan tumbuh menjadi seorang yang dapat menghargai setiap
perbedaan yang ada. Hal itu sangat sesuai mengingat negara kita adalah negara
yang majemuk dengan banyak perbedaan baik dalam hal adat istiadat, bahasa,
budaya, suku, ras, agama, maupun pola piker tiap individu.
Jika
seorang anak berbuat salah, orang tua tidak seharusnya langsung memberi
hukuman. Pemberian hukuman belum tentu membuat anak merasa jera. Bahkan yang
terjadi bisa sebaliknya. Anak akan merasa takut, terkekang, dan tidak nyaman
berada dalam keluarga. Keluarga yang harmonis adalah keluarga yang demokratis
namun penuh kasih. Yang harus dilakukan orang tua adalah bertanya kepada anak
apakah ia sedang menghadapi suatu masalah dan berusaha membantu
menyelesaikannya.
Jika
ada masalah, penyelesaiannya haruslah dengan musyawarah. Ayah sebagai kepala
keluarga tidak boleh langsung menghakimi dan menghukum si anak. Orang tua harus
mampu bersikap bijaksana serta adil dalam memperlakukan anaknya. Suasana
demokratis sangat sesuai dengan sila ke-4 ideologi negara kita.
Upaya
lain selain bersikap demokratis ialah dengan menjaga kerukunan antar anggota
keluarga. Kerukunan dapat tercapai jika masing-masing anggota keluarga
menjalankan perannya dengan baik. Yang lebih muda menghormati yang lebih tua
dan yang lebih tua menyayangi yang lebih muda tanpa ada sikap merendahkan.
Contoh
nyatanya, kita dapat mengajarkan kepada anak bagaimana cara bersikap sopan
terhadap orang yang lebih tua, mengucap salam dan menyapa jika bertemu,
berpamitan ketika hendak pergi, atau meluangkan waktu untuk bersama-sama
sekedar nonton televisi atau libur akhir pekan.
Cinta
tanah air juga dapat diwujudkan dengan pengamalan Pancasila seperti telah
dijelaskan dalam bab sebelumnya. Kita juga dapat menanamkan cinta tanah air
kepada anak dengan mengajarkannya hidup hemat, tidak boros, dan disiplin.
Hal
lainnya adalah dengan membantu membersihkan rumah. Terkesan sepele memang.
Namun hal tersebut sesuai dengan sila ke-2 Pancasila. Contoh lainnya adalah
dengan mengajarkan kepada anak untuk tidak mengganggu anggota keluarga lainnya
ketika sedang beribadah. Beribadah adalah hak setiap warga negara. Untuk itu
kita harus menghormatinya.
Kesimpulan:
Keluarga merupakan pendidikan
informal bagi anak. Keluarga juga merupakan pendidikan yang pertama dan utama
bagi anak. Untuk menanamkan cinta tanah air di lingkungan keluarga adalah
dengan membiasakan hidup rukun dan demokratis. Selain itu adalah dengan hidup
hemat, tidak boros, disiplin, dan saling menghormati antar anggota keluarga.
Saran
Baik keluarga, sekolah, maupun
masyarakat harus terus berupaya untuk menanamkan cinta tanah air kepada anak
khususnya usia SD karena pada usia ini anak mudah menyerap informasi. Penanaman
cinta tanah air sejak dini membuat nasionalisme pada anak semakin melekat
hingga dewasa.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Nama
Dosen : Dirgantara Wicaksono
Mata
Kuliah : Pengembangan Pembelajaran Pkn
di SD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar