Kelas
:ASD4
Di
Susun Oleh :
Nanda
Ligia Humaeroh 2013820004
Hilya
Aulia 2013820044
Nur
Syifa 2013820050
Ika
Fitria 2013820052
NurFitria
2013820053
Pendidikan
Guru Sekolah Dasar
Fakultas
Ilmu Pendidikan
Universitas
Muhammadiyah Jakarta
2015
Puji syukur kehadirat Tuhan Yang
Maha Kuasa atas segala limpahan Rahmat, Inayah, Taufik dan Hinayahnya sehingga
saya dapat menyelesaikan penyusunan makalah ini dalam bentuk maupun isinya yang
sangat sederhana, terimakasih juga kepada kedua orang tua, Dekan fip umj, Dosen
fip umj, dan teman-teman khususnya pada Madrasah
Ibtidaiyah Hidayatul Athafal yang mengizinkan kami untuk observasi. Semoga makalah ini dapat dipergunakan sebagai
salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dalam pendidikan dalam
profesi keguruan.
Harapan saya semoga makalah ini
membantu menambah pengetahuan dan pengalaman bagi para pembaca, sehingga saya
dapat memperbaiki bentuk maupun isi makalah ini sehingga kedepannya dapat lebih
baik.
Makalah ini saya akui masih
banyak kekurangan karena pengalaman yang saya miliki sangat kurang. Oleh kerena
itu saya harapkan kepada para pembaca untuk memberikan masukan-masukan yang
bersifat membangun untuk kesempurnaan makalah ini.
Jakarta, Juni 2015
Penyusun
MADRASAH
IBTIDAIYAH HIDAYATUL ATHFAL
NAMA GURU: TOMMY SUGANDA, S.Pd
KELAS : 4,5,6 MI
Kami observasi kesekolah tersebut mewawancarai bapak Tommy, Wali kelas
4,5,6 .
Terimakasih. Beliau sangat baik dan mau meluangkan waktu nya untuk
kami, dan mau mengajak kami berkeliling disekolah tersebut
Permasalahan
Pembelajaran PKN ( pendidikan kewarganegaraan)
KTSP
1. Hanya
menggunakan metode diskusi dan ceramah
2. Terlalu
berpacu kepada buku dan guru (Teacher Center)
3. Siswa
mudah bosan
4. Siswa
kurang aktif
5. Pembelajaran
terlalu monoton
6. Anak
kurang memperhatikan pembelajaran (daya tangkap)
7. Siswa
masih banyak yang bermain ketika proses belajar mengajar berlangsung
8. Permasalahan
pembelajarannya tidak terlalu sulit karena materinya masih standar
9. Ketika
tahun ajaran baru sekolah tersebut sangat lambat menerima buku, bahkan buku
pegangan untuk guru tersebut hanya LKS
10. Anak
banyak yang tidak masuk, sehingga proses pembelajaran terhambat (guru harus
mengulang materinya kembali)
1. Berpacu
pada buku.
2. Berkoordinasi
pada guru-guru yang lain sebelum memulai pelajaran.
Permasalahan 8 Standar Nasional Pendidikan
1.
Standar Kompetensi Lulusan
2.
Standar Isi
3.
Standar Proses
4.
Standar Pendidikan dan Tenaga Kependidikan
5.
Standar Sarana dan Prasarana
6.
Standar Pengelolaan
7.
Standar Pembiayaan Pendidikan
8.
Standar Penilaian Pendidikan
1.
Standar
Kelulusan
Tidak
lagi UN (Ujian Nasional) jadi syarat mutlak untuk kelulusan.
Kendala
nya: sebuah contoh ada siswa yang terkenal pinter dikelas, ia selalu dapat nilai
yang bagus, saat sedang UN (Ujian Nasional) berlangsung iya sakit, jadi tidak dapat menguasai
pelajaran dengan baik dan hasil UN pun jelek.
Untuk
materi PKN itu sendiri ada 7 standar dalam kelulusan, seperti : Toleransi,
Perjuangan Kebangsaan, Keberagaman Agama, dll. Standar kompetensi nya seorang
siswa mampu apa yang di pahami materi tersebut.
2.
Standar
Isi
Keberadaan
yang ada, jadi tidak focus dengan materi buku yang ada di beragamkan, dikasih
tugas kelompok, keliping, pelajaran yang terkait dengan Pkn agar mereka dapat
menambah wawasan.
Kendala
:
·
daya tangkap anak berbeda-beda, ada orang tua
yang cuek dengan prestasi anak.
·
Beban belajar : untuk pelajaran pkn ada 4 jam
dalam 1 minggu, muatanya tentang kewarganegaraan dam nasionalisme. 1 pertemuan
2 jam , selain jam kelas siswa mengikuti Les yang akan di UN kan.
3.
Standar Proses
Untuk
menyemangati motivasi siswa berbeda-beda dan kemampuan siswa ada yang di
pancing diskusi, di beritugas, interaksi dan komunikasi.
4.
Standar
Tenaga Pendidikan
Jadi,
harus diisi dengan jurusannya masing-masing, mampu atau tidak ia menguasai
materi untuk menyampaikan pelajaran kepada siswa.
Disini
tidak sesuai dengan jurusan kuliah, tetapi mereka mampu mengguasai materi.
Secara umum guru mampu berbaur kepada siswa dan memotivasi anak.
5.
Standar
Sarana dan Prasarana
Untuk
berbicara umum pembelajaran pkn kegiatan-kegiatan lebih banyak dari pada
kunjungan ke monumen pancasila, monument sejarah. Bersifat observasi keluar.
Kendala
:
Buku,
memberikan buku k13 akhirnya dipertengahan dig anti ke ktsp, buku k13 belum di
ambil oleh pemerintah.
6.
Standar
Pengelolaan.
Karna
sekolah tersebut adalah punya yayasan, yang menjadi kendaladi sekolah
menggunakan Dana BOS, tidak minta kepada siswa karna sekolah geratis.
7.
Standar
Pembiayaan Pendidikan
Sekolah
tersebut mendapat Dana Bos, untuk bayaran guru yang di tanggung. Selain dari
Dana Bos sekolah juga dapat dari provinsi, tetapi tidak turun setiap bulannya.
Untuk
pembelian spidol, penghapus, menggunakan uang KAS, dan Donatur membantu untuk
kegiatan-kegiatan seperti Maulid di sekolah.
8. Standar Penilaian
Pendidikan
Untuk
penilaian bukan syarat mutlak, artinya kelulusan. tetapi melalui penilaian
pribadi seperti : rajin, aktivitas, kemampuas siswa (penilaian khusus).
Kendala:
Rata-rata
siswa yang males nilai nya hancur dan nilai akhirnyapun jelek. Kita hamper
menemukan siswa seperti itu didalam kelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar