Model Pembelajaran Sequenced
Kelas :
ASD 4
Di Susun
Oleh :
Gita
Wahyu Kusuma Dewi
Iffa
Hafifah
Intan
Triandani
Istiyana
Yunita Awalia
Nanda
Lighia H
Pendidikan
Guru Sekolah Dasar
Fakultas
Ilmu Pendidikan
Universitas
Muhammadiyah Jakarta
BAB I
PENDAHULUAN
A.
Latar
Belakang
Sequenced
model atau model berurutan, adalah salah satu dari sepuluh model pembelajaran
terpadu yang akan dibahas dalam makalah ini. Pembelajaran terpadu sendiri
mempunyai sifat relalistis dengan menyajikan secara menyeluruh suatu topic atau
tema pada kegiatan-kegiatan pembelajaran yang berhubungan satu dengan yang
lainnya. Model Sequenced adalah model pembelajaran
terpadu yang menekankan pada urutan karena adanya persamaan – persamaan konsep,
walaupun mata pelajarannya berbeda. Dalam hal ini model Sequence membelajarkan
beberapa konsep yang hampir sama diajarkan secara bersamaan
(konsepnya),sementara salah satu konsep tersebut tetap diajarkan secara
terpisah.Hal itu dilakukan dengan cara mengatur ulang beberapa topik dan
diurutkan agar dapat serupa satu sama lain.
Guru dan partner mencoba untuk
menyamakan isi kurikulum yang berbeda guna membuat pemahaman yang lebih baik
bagi siswa yang belajar dari keduanya. pada model ini kedua disiplin tetap
murni. penekanannya khusus tetap pada domain bidang study, tetapi siswa
mendapat keuntungan dari isi yang terkait.
BAB II
PEMBAHASAN
A.
Pengertian
model Sequenced
Model sequenced adalah salah satu dari lima model
pembelajaran terpadu di dalam lintas beberapa mata pelajaran yang paling
sederhana. Kelima model ini disusun dari yang agak sederhana hingga yang rumit
dalam lebih dari satu mata pelajaran. Kelima model itu ialah (1) model
sequenced seperti yang akan kita bahas, (2) model shared, (3) model webbed (4)
model threaded, dan (5) model integrated.
Secara bahasa, “sequenced” adalah rangkaian,
urutan, atau tingkatan.Sequenced adalah
susunan bahan ajar yang terdiri atas topik/subtopik, dan di dalam tiap
topik/subtopik terkandung ide pokok yang relevan dengan tujuan. Dengan
artikulasi yang terbatas lintas disiplin, guru dapat mengatur kembali urutan
topik sehingga unit-unit yang mirip bersinggungan dengan yang lainnya.Dua
disiplin terkait dapat diurutkan sehingga isi bidang studi dari keduanya dapat
diajarkan secara pararel. Dengan melakukan pengurutan di mana topik-topik
diajarkan, aktivitas yang satu meningkatkan yang lain.
Dengan demikian, dua atau lebih guru dapat saling
menyusun urutan konsep pelajaran yang akan diajarkan, kemudian memadukan dengan
urutan konsep yang telah dibuat oleh guru yang lain terhadap pelajaran yang
diasuhnya.
Dengan dibuat suatu urutan yang saling
bersinggungan antara satu pelajaran dengan pelajaran yang lain, akan membantu
siswa lebih mudah memahami terhadap apa yang disampaikan oleh guru.
B.
Perbedaan
Model Sequenced dengan model
Pembelajaran Terpadu yang Lainnya
|
No.
|
Model
Pembelajaran Terpadu
|
Keterangan
|
|
1.
|
Fragmented
|
Pemaduan
yang hanya terbatas pada satu mata pelajaran saja
|
|
2.
|
Connected
|
Harus
menata butir-butir pembelajaran dan proses pembelajarannya secara terpadu
|
|
3.
|
Nested
|
Pemaduan
berbagai bentuk penguasaan konsep keterampilan melalui sebuah kegiatan
pembelajaran
|
|
4.
|
Sequenced
|
Model
pemaduan topik-topik antar mata pelajaran yang berbeda secara paralel
|
|
5.
|
Shared
|
Bentuk
pemaduan pembelajaran akibat adanya “overlapping” konsep atau ide pada dua
mata pelajaran atau lebih.
|
|
6.
|
Webbed
|
Tema
dapat mengikat kegiatan pembelajaran baik dalam mata pelajaran tertentu
maupun lintas mata pelajaran.
|
|
7.
|
Threaded
|
Model
pemaduan bentuk keterampilan. Bentuk threaded ini berfokus pada apa yang
diesbut meta-curriculum.
|
|
8.
|
Integrated
|
Pemaduan
sejumlah topik dari mata pelajaran yang berbeda, tetapi esensinya sama dalam
sebuah topik tertentu.
|
|
9.
|
Immersed
|
Dirancang
untuk membantu siswa dalam menyaring dan memadukan berbagai pengalaman dan
pengetahuan dihubungkan dengan medan pemakaiannya
|
|
10.
|
Networked
|
Model
pemaduan pembelajaran yang mengandaikan kemungkinan pengubahan konsepsi,
bentuk pemecahan masalah, maupun tuntutan bentuk keterampilan baru setelah
siswa mengadakan studi lapangan dalam situasi, kondisi, maupun konteks yang
berbeda-beda
|
C. Langkah-langkah menyusun sequence
adalah :
1.
Mulai dari
yang paling sederhana menuju yang kompleks;
2.
Mengikuti
alur kronologis
3.
Kebalikan
dari alur kronologis
4.
Mulai dari
keadaan geografis yang dekat sampai ke yang jauh
5.
Mulai dari
keadaan geografis yang jauh menuju ke yang dekat.
6.
Dari konkret
ke abstrak
7.
Dari umum menuju
khusus,dan
8.
Dari khusus
menuju umum
Donald E. Orlosky dan B. Othanel
Smith (Oliva, 1992) mengemukakan bahwa terdapat tiga konsep sequence
yaitu menurut kebutuhan, makro, dan mikro. Dalam proses sequence,
pengembang kurikulum harus bisa memperhatikan tingkat kedewasaan, latar
belakang pengalaman, tingkat kematangan dan ketertarikan atau minat siswa,
serta tingkat kegunaan dan kesukaran materi pelajaran.
D. CIRI-CIRI METODE SEQUENCED
·
Berpusat
pada anak, Siswa lebih mudah mendapatkan pemahaman konsep yang samawalaupun
dalam mata pelajaran yang berbeda.
·
Menyajikan
konsep dari berbagai bidang studi dalam suatu proses pembelajaran.y
·
Guru bidang
studi melakukan kerjasama dengan partner untuk mengurutkan isi konsep
± konsep yang sama, yang akan diajarkan pada siswa
E. Penggunaan dan Cara Penyusunan Model Sequenced
Model sequenced ini
berguna pada tahap awal proses integrasi (pembauran), yang menggunakan dua
bidang disiplin yang secara mudah dikaitkan dengan yang lainnya. Guru, bekerja dengan
seorang partner, mulai membuat daftar isi kurikuler secara terpisah. Kemudian,
tim ini mencoba untuk menyulap potongan-potongan isi yang terpisah sampai
keduanya dapat “match up”. Mereka mencoba untuk menyamakan isi kurikulum
yang berbeda guna membuat pemahaman yang lebih baik bagi siswa yang belajar
dari keduanya.Pada model ini, kedua disiplin tetap murni.Penekanan khusus tetap
pada domain bidang studi, tetapi siswa mendapat keuntungan dari isi yang
terkait.
Untuk menyusun bahan ajar yang
sesuai dengan model sequenced, ada beberapa cara yang dapat dilakukan,
antara lain :
- Kronologis
- Kausal
- Struktural
- Logis dan Psikologis (deduktif, induktif)
- Spiral
- Rangkaian ke belakang
- Hirarkhi belajar
Contoh Penggunaan Model Sequenced
Berikut ini adalah contoh dua
guru dari disiplin ilmu bahasa dan seni dengan guru sejarah yang sama-sama
membuat list pokok bahasan yang akan disampaikan. Kemudian mereka merangkainya
untuk memparalelkan pengajaran mereka.
Guru bahasa dan sejarah membuat list pokok bahasan sebagai berikut :
|
No.
|
Guru
Bahasa
|
Guru
Sejarah
|
|
1.
|
Robin Hood
|
Sejarah Amerika-Perang
Revolusi
|
|
2.
|
Nillie Bly
|
Sejarah Amerika -Perang
Saudara
|
|
3.
|
Diary of Anne Frank
|
Sejarah Amerika – Hak Pilih
Perempuan
|
|
4.
|
The midnight Ride of Paul Revere
|
Sejarah Dunia :Abad
Pertengahan (Medieval Times)
|
|
5.
|
The Slave Who Bought His Freedom
|
Perang Dunia II (World War
II )
|
Dari kedua
list yang telah dibuat oleh dua orang guru yang berbeda disiplin ilmu tersebut,
dapat dipadukan dengan urutan yang saling paralel, sebagai berikut:
Bahasa Indonesia:
- Robin Hood
- The midnight Ride of Paul Revere
- The Slave Who Bought His Freedom
- Nillie Bly
- Diary of Anne
Sejarah:
- Abad Pertengahan (Medieval Times)
- Perang Revolusi
- Perang Saudara
- Hak Pilih Perempuan
- Perang Dunia II (World War II )
F. KELEBIHAN
DAN KELEMAHAN METODE SEQUENCED
a. Kelebihan
Ø
Dengan mengatur urutan topik,bab,dan
unit,guru dapat membuat prioritas kurikuler,tidak sekedar mengikuti urutan yang
sudah dibuat dalam buku teks.
Ø
Dengan pembelajaran model sequenced
ini guru dapat membuat keputusan pentingtentang konten dari sudut pandang yang
disengaja terkait dengan topik disiplin membantu mereka memahami study mereka
dikedua bidang konten.
Ø
Murid-murid melihat guru dimata
pelajaran yang berbeda, isi mata pelajaran yang berbeda, dalam waktu yang
berbeda guru membuat poin (topik, bab, & unit) maka siswa dapat memperkuat
pengetahuannya dan mendapat pembelajaran yang lebih bermakna.- Selain itu dari
pengurutan yang disengaja mengenai topik-topik yang terkait
daridisiplin-disiplin ilmu membantu mereka membuat pemahaman.
Ø
Dengan diintergasikan model
sequenced membantu transfer belajar siswa.
b.
Kelemahan
Ø
Dibutuhkannya kompromi dari beberapa
guru mata pelajaran yang berbeda untuk membentuk model. Tidak mudah tentunya,
mengkolaborasikan urutan pokok bahasan dari masing – masing guru. Terlebih lagi
waktu yang diberikan pada setiap mata pelajaran tidaklah sama. Dengan demikian,
setiap pokok bahasan pada pelajara yang berbeda, tidak akan selesai pada waktu
yang relatif bersamaan.
Ø
Guru-guru harus memiliki otonomi
dalam membuat urutan kurikulum. Otonomi adalah kewenangan atau
kemandirian, yaitu kemandirian dalam mengatur dan mengurus dirinya sendiri dan
tidak tergantung pada orang lain. Selama ini, kurikulum telah dibuat pada
tingkat sekolah, dan tidak pada tingkat pengajar. Meskipun setiap guru diberi
hak otonomi untuk menyusun urutan kurikulum, belum tentu mereka dapat
membuatnya dengan professional dan kreatif.
Ø
Untuk membuat urutan sesuai dengan
apa yang terjadi terakhir membutuhkan kolaborasi dan fleksibilitas dari semua
orang yang terlibat. Tentu ini tidaklah mudah.
BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Bahwa kurikulum dan pembelajaran ibarat dua sisi mata
uang yang tidak dapat terpisahkan. model pembelajaran sequenced
susunan bahan ajar yang terdiri atas topik/subtopik, dan di dalam tiap
topik/subtopik terkandung ide pokok yang relevan dengan tujuan . Seperti halnya
model – model pembelajaran yang lain, model pembelajaran sequenced mempunyai
kelebihan dan kekurangan. Kelebihan dari model sequenced diantaranya :
beberapa konsep yang hampir sama diajarkan secara bersamaan, guru dapat membuat
prioritas kurikuler, membantu siswa mempermudah pemahaman terhadap materi yang
disampaikan oleh guru, menambah kreatif guru untuk menganalisis urutan suatu
pokok bahasan, mempererat hubungan antarguru mata pelajaran yang berbeda dan
evektivitas pada satu pelajaran akan meningkatkan pelajaran yang lainnya.
Nama
Dosen : Dirgantara Wicaksono
Mata
Kuliah : Pengembangan Pembelajaran Pkn
di SD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar