Rabu, 10 Juni 2015

model immersed



BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Perencanaan pembelajaran pada hakikatnya adalah rangkaian isi dan kebutuhan pembelajaran yang bersifat menyeluruh dan sistematis yang digunakan sebagai pedoman dari guru dalam mengelola proses pembelajaran. Keberhasilan pembelajaran terpadu sangat ditentukan oleh seberapa jauh pembelajaran terpadu itu direncanakan dan dikemas sesuai dengan kondisi peserta didik seperti minat, bakat, kebutuhan dan kemampuan peserta didik.
Melalui pembelajaran tepadu, peserta didik dapat memperoleh pengetahuan langsung sehingga dapat menambah kekuatan untuk menerima, menyimpan, dan merapkan konsep yang telah dipelajarinya. Dengan demikian peserta didik terlatih untuk menemukan sendiri berbagai konsep yang dipelajari secara menyeluruh (holistis), bermakna, autentik dan aktif. Cara pengemasan pengalaman belajar yang dirancang guru sangat berpengaruh terhadap kebermaknaan pengalaman bagi para peserta didik. (Trianto, 2010:7).
Pembelajaran terpadu merupakan suatu pendekatan dalam pembelajaran yang secara sengaja mengaitkan beberapa aspek baik dalam intra mata pelajaran maupun antar mata pelajaran. Dengan adanya pemaduan itu peserta didik akan memperoleh pengetahuan dan keterampilan secara utuh sehingga pembelajaran menjadi bermakna bagi peserta didik. Pembelajaran terpadu sangat memperhatikan kebutuhan anak sesuai dengan perkembangannya yang holistic dengan melibatkan secara aktif dalam proses pembelajaran baik fisik maupun emosionalnya.
Bila mencermati kegiatan belajar mengajar di sekolah dewasa ini, belum banyak sekolah yang menerapkan model pembelajaran terpadu.Padahal pembelajaran terpadu itu sendiri bisa melahirkan pelajar – pelajar bermutu yang kompeten dan nantinya dunia pendidikan di Indonesia tak lagi dipandang sebelah mata oleh bangsa – bangsa maju di dunia bahkan mampu sejajar dengan dan bersaing dengan mereka.
Dalam implementasinya isi Tujuan Pendidikan Nasional belum diterapkan secara terpadu antara nilai – nilai ajaran agama dengan pengetahuan umum.Hal ini salah satunya dikarenakan masih banyaknya tenaga penkgajar atau guru di Indonesia belum memahami pembelajaran terpadu itu sendiri. Oleh karena itu, disini kami ingin mengenalkan salah satu model pembelajaran terpadu yaitu “Immersed” atau dalam bahasa Indonesia berarti terbenam.
B.     Rumusan Masalah
1.      Apa pengertian pembelajaran terpadu tipe Immersed?
2.      Bagaimana karakteristik pembelajaran terpadu tipe Immersed?
3.      Apa saja prinsip – prinsip pembelajaran terpadu tipe Immersed?
4.      Langkah – langkah apa saja yang harus dilakukan dalam pembelajaran terpadu tipe Immersed?
5.      Apa kelebihan dan kekurangan pembelajaran terpadu tipe Immersed?
6.      Apa kegunaan pembelajaran terpadu tipe Immersed?
7.      Bagaimana penerapan model pembelajaran Immersed?
C.    Tujuan
Makalah ini bertujuan untuk memenuhi nilai Tugas Mata Kuliah Pembelajaran Tematik Kelas Tinggi dan untuk mengetahui dan memahami tentang:
1.      Pengertian pembelajaran terpadu tipe Immersed
2.      Karakteristik pembelajaran terpadu tipe Immersed
3.      Prinsip – prinsip pembelajaran terpadu tipe Immersed
4.      Langkah-langkah yang harus dilakukan dalam pembelajaran terpadu tipe Immersed
5.      Kelebihan dan kekurangan pembelajaran terpadu tipe Immersed
6.      Kegunaan pembelajaran terpadu tipe Immersed
7.      Penerapan Pembelajaran Model Immersed










BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Model Pembelajaran Terpadu Immersed
Pembelajaran terpadu tipe Immersed (pembenaman) yaitu suatu  pembelajaran yang menggunakan pendekatan antar disiplin ilmu, dimana siswa dapat memadukan semua data dari setiap bidang ilmu dan menghasilkan pemikiran sesuai bidang minatnya untuk diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (Fogarty, 1991).
Model Celupan (Immersed) adalah model pembelajaran yang berpusat untuk memadukan kebutuhan para siswa dimana mereka akan melihat apa yang dipelajarinya dari minat dan pengalaman mereka sendiri. Dalam hal ini tukar pengalaman dan pemanfaatan pengalaman sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.
Fogarty (1991) mengemukakan bahwa ada sepuluh tipe pembelajaran terpadu, pada tipe immersed perpaduan dilakukan oleh siswa, guru hanya menyediakan fasilitasdan mengarahkan proses perpaduan yang dilakukan siswa, tipe immersed hanya sesuai untuk siswa dengan tingkat pemikiran yang sudah tinggi.
Model Immersed adalah model pembelajaran terpadu yang berpusat untuk memadukan kebutuhan para siswa/mahasiswa, dimana mereka akan melihat apa yang dipelajarinya dari minat dan pengalaman mereka sendiri. Keterpaduan secara internal dan intrinsic dicapai oleh siswa/mahasiswa yang belajar dengan sedikit atau tanpa intervensi dari luar atau ekstrinsik. Setiap individu memadukan semua data, ide-ide melalui bidang yang sangat diminatinya.
Model Pembelajaran Immersed adalah model pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran dalam satu proyek. Model immersed dirancang untuk membantu siswa dalam menyaring dan memadukan berbagai pengalaman dan pengetahuan dihubungkan dengan medan pemakaiannya. Dalam hal ini tukar pengalaman dan pemanfaatan pengalaman sangat diperlukan dalam kegiatan pembelajaran.
B.     Karakteristik Pembelajaran Terpadu Tipe Immersed
Pembelajaran terpadu tipe Immersed merupakan pembelajaran yang dirancang agar setiap individu dapat memadukan semua data dari beberapa bidang ilmu dan mengahasilkan pemikiran sesuai bidang minatnya. Pembelajaran Immersed ini memerlukan kemampuan berfikir yang tinggi pada anak.
Tipe ini tidak mengaharuskan sebuah perancangan yang rumit, tipe ini dapat berlangsung secara otomatis karena proses perpaduan terjadi secara internal dalam diri pelajar. Akan tetapi sekali tipe ini dipakai, maka tim pengajar harus memfasilitasi proses perpaduan dengan menghitungkan materi pembelajaran yang luas, variasi materi pembelajaran yang dipadukan dengan berbagai keterampilan, konsep, dan sikap kerja yang baik dari pelajar.
Menurut Suprayekti (2003; 69) arti harfiah dari kata immersed adalah pencelupan atau pembenaman. Pada pembelajaran terpadu tipe ini, seluruh mata pelajaran merupakan bagian dari sudut pandang keahlian para siswa secara individu. Para siswa menyaring sendiri seluruh konsep yang dipelajarinya menurut sudut pandang mereka sendiri dan meleburkan atau membenamkan diri mereka dalam pengalaman melalui kegiatan yang dijalaninya.
C.    Prinsip Pembelajaran Terpadu Tipe Immersed
Ada beberapa prinsip yang ada dalam pembelajaran terpadu tipe Immersed yaitu :
a.      Prinsip Penggalian Tema
Ø  Tema hendaknya tidak terlalu luas, namun dengan mudah dapat digunakan untuk memadukan beberapa mata pelajaran.
Ø  Tema harus bermakna, maksudnya ialah tema yang dipilih untuk dikaji harus memberikan bekal bagi siswa untuk belajar selanjutnya, harus disesuaikan dengan tingkat perkembangan psikologis anak,  harus mewadahi sebagian besar minat anak, hendaknya mempertimbangkan peristiwa-peristiwa otentik yang terjadi di dalam rentang waktu belajar dan mempertimbangkan kurikulum yang berlaku serta harapan masyarakat (asas relevansi).
b.      Prinsip Pengelolaan KBM
Ø  Prinsip evaluasi, yakni memberi kesempatan kepada siswa untuk melakukan evaluasi sendiri (self evaluation/ self assessment) disamping bentuk evaluasi lainnya. Guru perlu mengajak siswa untuk mengevaluasi pencapaian belajar berdasarkan kriteria keberhasilan pencapaian tujuan.
Ø  Prinsip reaksi, yakni dampak pengiring yang penting bagi perilaku secara sadar belum tersentuh oleh guru dalam KBM. Karena itu guru dituntut agar mampu merencanakan pembelajaran sehingga tercapai secara tuntas tujuan-tujuan pembelajaran. Guru harus bereaksi terhadap aksi siswa dalam semua peristiwa serta tidak mengarahkan ke aspek yang sempit melainkan ke suatu kesatuan yang utuh dan bermakna.
Pembelajarn terpadu memungkinkan hal ini dan guru hendaknya menemukan kiat-kiat untuk memunculkan ke permukaan hal-hal yang ingin dicapai melalui dampak pengiring.
D.    Langkah-langkah Model Pembelajaran terpadu tipe Immersed
Pada dasarnya langkah-langkah pembelajaran terpadu tipe immersed mengikuti tahap-tahap yang dilalui dalam setiap pembelajaran terpadu yang meliputi tiga tahap, yaitu perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi (Prabowo 2006; 4)
1.      Tahap perencanaan, terdiri dari :
Ø  Menentukan jenis mata pelajaran yang dipadukan.
Ø  Memilih kajian materi, standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator. Langkah ini akan mengarahkan guru untuk menentukan sub-keterampilan dari masing-masing keterampilan dalam satu unit pelajaran.
Ø  Menentukan sub-keterampilan yang dipadukan. Secara umum, keterampilan-keterampilan yang harus dikuasai meliputi keterampilan berpikir (thinking skill), keterampilan sosial (social skill), dan keterampilan mengorganisasi (organizing skill) yang masing-masing terdiri atas sub-sub keterampilan.
Ø  Merumuskan indikator hasil belajar. Berdasarkan kompetensi dasar dan sub-keterampilan yang telah dipilih, dirumuskan indikator. Setiap indikator dirumuskan berdasarkan kaidah penulisan yang meliputi: audience, behaviour, condition, dan degree.
Ø  Menentukan langkah-langkah pembelajaran. Langkah ini diperlukan sebagai strategi guru untuk memadukan setiap sub-keterampilan yang telah dipilih pada setiap langkah pembelajaran.
2.      Tahap Pelaksanaan.
Tahap ini meliputi skenario langkah-langkah pembelajaran.Menurut Samani (dalam Lutfiana, 2006; 32) tidak ada model pembelajaran tunggal yang cocok untuk suatu topik dalam pembelajaran terpadu. Dalam Depdiknas (1996; 6) prinsip-prinsip pelaksanaan pembelajaran terpadu meliputi:
1.      Menentukan jenis mata pelajaran yang dipadukan.
2.      Memilih kajian materi, standar kompetensi, kompetensi dasar dan indikator. Langkah ini akan mengarahkan guru untuk menentukan sub-keterampilan dari masing-masing keterampilan dalam satu unit pelajaran.
3.      Menentukan sub-keterampilan yang dipadukan. Secara umum, keterampilan-keterampilan yang harus dikuasai meliputi keterampilan berpikir (thinking skill), keterampilan sosial (social skill), dan keterampilan mengorganisasi (organizing skill) yang masing-masing terdiri atas sub-sub keterampilan.
4.      Merumuskan indikator hasil belajar. Berdasarkan kompetensi dasar dan sub-keterampilan yang telah dipilih, dirumuskan indikator. Setiap indikator dirumuskan berdasarkan kaidah penulisan yang meliputi: audience, behaviour, condition, dan degree.
5.      Menentukan langkah-langkah pembelajaran. Langkah ini diperlukan sebagai strategi guru untuk memadukan setiap sub-keterampilan yang telah dipilih pada setiap langkah pembelajaran.
1)      Guru hendaknya jangan menjadi aktor tunggal yang mendominasi pembicaraan dalam proses pembelajaran
2)      Pemberian tanggung jawab individu dan kelompok harus jelas dalam setiap tugas yang menuntut adanya kerja sama kelompok.
3)      Guru perlu mengakomodasi ide-ide yang terkadang sama sekali tidak terpikirkan dalam perencanaan.
3.      Tahap evaluasi.
Tahap ini dapat berupa evaluasi proses pembelajaran dan evaluasi hasil pembelajaran. Tahap evaluasi sebagaimana termuat pada Depdiknas (dalam Lutfiana, 2006; 32) hendaknya memperhatikan prinsip evaluasi pembelajaran terpadu.
E.     Kelebihan dan kekurangan pembelajaran terpadu tipe Immersed
Dalam pembelajaran terpadu tipe Immersed tentunya juga memiliki kelebihan dan kekurangan.
Berikut ini beberapa Kelebihan model pembelajaran Immersed:
Ø  Dampak positif dari membenamkan ide–ide dari beberapa bidang studi adalah, siswa dapat memadukan semua data dari setiap bidang ilmu dan menghasilkan pemikiran sesuai dengan minatnya.
Ø  Siswa mengembangkan konsep –konsep kunci secara terus menerus sehingga terjadi proses internalisasi.
Ø  Membenamkan ide–ide beberapa bidang studi memungkinkan siswa mengkaji, menkonseptualisasi, memperbaiki, serta mengasimilasi ide – ide secara terus menerus sehingga memudahkan terjadinya proses transfer ide – ide bidang studi tersebut.
Adapun Kelemahan model pembelajaran Immersed, yaitu:
Ø  Penyaringan semua gagasan melalui cara pandang tunggal yang sempit dapat menimbulkan terlalu prematur atau terlalu tajamnya sebuah fokus.
Ø  Agar dimensi sudut pandang siswa menjadi lebih dalam, diperlukan pengalaman dan pengetahuan yang luas. Keadaan ini tentu cukup sulit dipenuhi oleh siswa pada jenjang pendidikan dasar.
Ø  Model pembelajaran terpadu tipe Immersed, menekankan pada penggabungan pengetahuan pada beberapa bidang studi berbeda untuk membahas suatu masalah khusus. Keadaan ini berpotensi untuk mempersempit cakupan pemikiran siswa terhadap bidang studi tertentu.
F.     Kegunaan Pembelajaran Terpadu Tipe Immersed
Model ini digunakan dengan menyaring dari seluruh isi kurikulum dengan menggunakan suatu cara pandang tertentu. Misalnya, seseorang memadukan semua data dari berbagai disiplin ilmu (mata pelajaran) kemudian menampilkannya melalui sesuatu yang diminatinya dalam suatu ide.Deskripsi : Murid memadukan apa yang dipelajari dengan cara memandang seluruh pengajaran melalui perspektif bidang yang disukai ( area of interest ).
Model Immersed digunakan tanpa ada perencanaan terlebih dahulu. Artinya model ini digunakan ketika dalam pembelajaran yang sedang berlangsung membutuhkan model pembelajaran yang memadukan kebutuhan para siswa berdasarkan pengalaman yang dimiliki sendiri.
G.    Penerapan Model Pembelajaran Terpadu Tipe Immersed
Model immersed adalah model pembelajaran yang melibatkan beberapa mata pelajaran dalam satu proyek. Misalnya seorang mahasiswa yang memperdalam ilmu kedokteran maka selain Biologi, Kimia, Komputer, juga harus mempelajari fisika dan setiap mata pelajaran tersebut ada kesatuannya.
Model ini dapat pula diterapkan pada siswa SD, SMP, maupun SMA dalam bentuk proyek di akhir semester.Model ini melatih kreatifitas berfikir siswa secara bertahap dari jenjang SD hingga SMA.
Penerapan lainnya bagi kelas 5 SD misalnya pada materi pencemaran udara dapat dijelaskan pada materi pelajaran IPA, PKN, Bahasa Indonesia, dan Seni Rupa. Materi tersebut membahas tentang:
IPA                       : Pernafasan pada manusia
PKN                      : Peraturan Pemerintah
Bahasa Indonesi    : Menceritakan hasil pengamatan
Seni Rupa              : Membuat poster sederhana
Pada siswa tingkat menengah, misalkan siswa SMA yang tertarik dengan optik ia ingin mendalami mengenai lensa, sehingga  ia harus memperdalam materi lain seperti:
Matematika           : kalkulus, skala
Fisika                     : optik, lensa, persamaan lensa
Komputer              : program/software (flash, ppt)
Bahasa                   : menulis, menyampaikan hasil
Pada siswa tingkat menengah, misalkan siswa SMK yang mengambil kejuruan teknik gambar bangunan untuk memenuhi keingintahuannya, ia harus memperdalam materi lain seperti:
Matematika           : bagan/ grafik data, skala
Fisika                     : kesetimbangan,
Komputer              : software design bangun,
Seni                       : gambar manual, 
Pada mahasiswa geologi, selain mempelajari materi tentang geologi, mereka juga memerlukan pengetahuan lain diluar bidangnya seperti:
Matematika           : tekhnologi komputer, bagan / grafik data, aliran data dan interpretasi
IPA                       : mineral, gunung berapi, masalah lingkungan dan gempa bumi
Bahasa                   : membuat pidato, membaca, menulis
IPS                                    : hak asasi manusia, sungai dan implikasi hukum
Diagram yang menggambarkan pembelajaran terpadu tipe immersed sebagaimana dijelaskan dalam Fogarti (1991; 90).
Pemetaan Pembelajaran Terpadu Tipe Immersed
Mata Pelajaran
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Hasil Belajar
IPS
Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kabupaten/kota dan provinsi
Mengenal aktivitas ekonomi yang berkaitan dengan sumber daya alam dan potensi lain di daerahnya       
Mengidentifikasi kegiatan ekonomi dan sumber daya alam di indonesia
IPA

Memahami hubungan antara sumber daya alam dengan lingkungan, teknologi dan masyarakat
Menjelaskan hubungan antara sumber daya alam dengan lingkungan
Mengidentifikasi keadan sumberdaya alam di Indinesia

Bahasa Indonesia

Mengungkapkan pikiran perasaan, dan informasi secara tertulis dalam bentuk karangan, pengumuman, dan pantun anak
Menulis pengumuman dengan bahasa yang baik dan benar serta memperhatikan penggunaan ejaan
Menuliskan pengumuman dengan bahasa yang baik dan benar
Matematika

Menjumlahkan dan mengurangkan bilangan bulat

Melakukan operasi hitungan campuran

Melakukan operasi penjumlahan dan pengurangan

                 
     
                 












BAB III
PENUTUP
Kesimpulan
Model pembelajaran terpadu adalah suatu sistem pembelajaran yang memadukan bebagai macam konsep pelajaran, dalam hal ini melibatkan bebagai macam bidang studi. Model immersed adalah model pembelajaran terpadu yang berpusat untuk memadukan kebutuhan para siswa/mahasiswa, di mana mereka akan melihat apa yang dipelajarinya dari minat dan pengalaman mereka sendiri. Karakteristik model pembelajaran terpadu tipe immersed tidak mengharuskan rancangan yang rumit, berlansung secara otomatis, dan dapat memfasilitasi proses perpaduan dengan memperhitungkan materi pembelajaran yang luas. Prinsip dalam pembelajaran terpadu yaitu, penggalian tema, pengelolaan KBM.Kegunaan model ini digunakan ketika dalam pembelajaran yang sedang berlangsung. Langkah-langkah model pembelajaran terpadu tipe immersed yaitu, tahap pelaksanaan dan tahap evaluasi.


















DAFTAR PUSTAKA
http://www.eurekapendidikan.com/2015/03/model-pembelajaran-tipe-immersed.html (diakses pada tanggal 18 Mei 2015, pukul 16.00 Wib)
http://izzaucon.blogspot.com/2014/06/model-pembelajaran-terpadu-yang.html (diakses pada tanggal 18 Mei 2015, pukul 16.00 Wib)
http://kasingkabotan.blogspot.com/2014/02/pembelajaran-immersed.html (diakses pada tanggal 18 Mei 2015, pukul 16.00 Wib)
Fogarty, R., 1991, The Mindful School: How to Integrate The Curicula, Skylight Publishing, Illinois.
Lutfiana, A. F., 2006, Implementasi Pembelajaran Kimia Pokok Bahasan Minyak Bumi Berorientasi Pembelajaran Terpadu Tipe Immersed, Makalah Komprehensif Universitas Negeri Surabaya. Program Studi Sains, PPS Unesa, Surabaya.
Prabowo, 2000, Pembelajaran Fisika dengan Pendekatan Terpadu Dalam Menghadapi Perkembangan IPTEK Millenium III. Makalah disampaikan pada seminar dan lokakarya Jurusan Fisika FMIPA UNESA bekerjasama dengan Himpunan Fisika Indonesia (HFI)
Suprayekti, dkk., 2003, Pembaharuan Pembelajaran di SD, Universitas Terbuka, Jakarta.


Dosen: Dirgantara Wicaksono
Mata pelajaran : pengembangan Pkn Sd
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar