Assalamualaikum Wr.Wb.
Upaya
Menanamkan Cinta Tanah Air di Sekolah
Sekolah
merupakan lembaga pendidikan formal yang turut membantu tugas pendidikan
informal dalam lingkungan keluarga. Sekolah dapat dikatakan sebagai rumah
kedua. Di sekolah, selain mendapatkan pendidikan akademik anak juga mendapatkan
pendidikan moral dan spiritual.
Karena
itulah sekolah juga menjadi salah satu wadah yang tepat untuk menanamkan cinta
tanah air kepada seorang anak. Dalam hal ini guru sebagai pengelola kelas
mempunyai peranan yang lebih besar dibanding warga sekolah lainnya seperti
kepala sekolah, TU, maupun karyawan.
Salah
satu upaya yang dapat dilakukan adalah dengan mengadakan upacara bendera setiap
hari Senin. Untuk membuktikan kecintaan kita terhadap tanah air memang tidak
hanya dengan mengikuti upacara bendera. Namun dengan upacara bendera, kita
telah mengajarkan kepada anak untuk menghormati bendera nasional dan para
pahlawan yang telah gugur. Kita juga dapat mengintegrasikan penjelasan mengenai
hal tersebut pada materi pelajaran, misalnya PKn dan IPS. Anak akan mengerti
bahwa untuk mencapai kemerdekaan tidaklah mudah, namun harus melalui perjuangan
yang sangat sulit bahkan sampai titik darah penghabisan.
Dengan
upacara bendera, anak akan semakin mengerti akan susahnya merebut kemerdekaan.
Dengan demikian, perjuangan generasi penerus selanjutnya ialah mempertahankan
kemerdekaan itu, mempertahankan agar Merah Putih tetap berkibar dengan
gagahnya.
Selain
upacara bendera, upaya lain yang dapat dilakukan oleh guru untuk menanamkan
cinta tanah air kepada siswa adalah dengan mengajrakan lagu-lagu daerah dan
lagu wajib nasional. Dengan lagu-lagu daerah, siswa akan mengerti bahwa
Indonesia terdiri atas beragam suku bangsa dengan adat dan budaya yang berbeda.
Indonesia merupakan negara yang kaya akan budaya, mulai dari bahasa, tarian,
pakaian adat, maupun lagu daerah.
Dengan
mengajarkan lagu-lagu daerah, siswa akan memahami bahwa setiap daerah mempunyai
kekhasan tersendiri. Pengenalan akan lagu-lagu daerah dirasa sangat penting
mengingat dewasa ini sudah jarang generasi penerus yang mengerti dan dapat
menyanyikan lagu-lagu daerah.
Lagu-lagu
daerah yang diajarkan dan dinyanyikan membuktikan bahwa Indonesia memang merupakan
negara yang ber-bhineka, yakni negara yang berbeda-beda. Namun kebhinekaan itu
tidaklah menjadi penghalang untuk bersatu dalam NKRI karena bagaimanapun kita
tetaplah satu jua.
Di
samping lagu-lagu daerah, siswa juga harus dikenalkan dan diajarkan untuk dapat
menyanyikan lagu wajib nasional. Sungguh ironi sekali jika siswa SD zaman
sekarang mampu menghafal puluhan lagu modern dengan musik yang lebih variatif
namun malah tidak hafal bahkan tidak tahu menahu lagu wajib nasional.
Disinilah
peran guru untuk menanamkan cinta tanah air kepada siswanya. Dengan mengajarkan
siswanya menyanyikan lagu nasional, guru telah berupaya untuk mempunyai rasa
cinta kepada tanah airnya. Pesannya ialah semodern apapun zamannya atau
seberapa cepat pun waktu berubah, sebagai bangsa Indonesia kita tetap harus
cinta akan tanah air kita.
Lagu
wajib nasional juga berarti kesatuan kita sebagai bangsa Indonesia. Sekalipun
setiap daerah mempunyai lagu khas masing-masing, namun setiap warga negara
harus memapu menyanyikan lagu kebangsaan atau lagu nasional. Hal tersebut
karena kita satu bangsa, Indonesia.
Upaya
lainnya adalah dengan menciptakan lingkungan yang kondusif bagi siswa untuk
belajar bahasa Indonesia secara kontekstual. Kebanyakan seseorang lebih
cenderung menggunakan bahasa ibu dibanding bahasa persatuan yakni bahasa
Indonesia. Bahkan ketika tumbuh dewasa, tidak jarang orang yang menggunakan
bahasa yang disebut bahasa gaul karena meniru apa yang ditayangkan di televisi
setiap hari.
Menyikapi
hal tersebut, guru harus membiasakan siswanya menggunakan bahasa Indonesia yang
baik dan benar agar tidak terkikis oleh zaman. Pembelajaran bahasa bukanlah
pembelajaran verbal dengan pendekatan teoretis. Namun pembelajaran bahasa
adalah pembelajaran yang menggunakan pendekatan kontekstual.
Pembelajaran
akan lebih bermakna jika siswa mengalami sendiri apa yang dipelajarinya. Secara
sederhana, pembelajaran bahasa akan lebih mudah diserap jika guru
mengajarkannya dengan mengintegrasikan dalam percakapan sehari-hari. Dengan
berbicara menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar serta teratur,
perlahan siswa akan mengikuti. Namun jika guru menjelaskan di depan kelas
bagaimana cara berbahasa Indonesia yang baik namun tidak menerapkannya dalam
keseharian, maka pembelajaran menjadi kurang bermakna.
Pentingnya
berbahasa Indonesia yang baik dan benar didasarkan pada alasan bahwa bahasa
Indonesia merupakan bahasa nasional dan bahasa persatuan yang telah disepakati
sejak Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Penggunaan bahasa nasional dalam
kehidupan sehari-hari sudah dapat dikatakan salah satu upaya mewujudkan cinta
tanah air karena secara langsung atau tidak kita telah mengajarkan kepada siswa
untuk melestarikan bahasa Indonesia.
Hal
sederhana lainnya adalah dengan mengajak siswa menjenguk temannya yang sakit,
bersikap rukun dan saling menghormati, saling membantu jika ada temannya yang
kesusahan, dan lain sebagainya. Hal-hal tersebut memang sangat sederhana, namun
nilainya sangat penting. Dengan melakukan kebaikan-kebaikan kecil yang seolah
tak terlihat, sebenranya pengamalan Pancasila telah dilaksanakan. Dan seperti
telah dijelaskan pada bab sebelumnya, pengamalan pancasila merupakan salah satu
wujud cinta kepada tanah air.
Pentingnya
mengamalkan Pancasila tidak hanya terjadi di lingkungan keluarga, namun juga di
lingkungan sekolah, bahkan masyarakat. Pancasila sebagai ideology bangsa
tentunya tidak hanya diterapkan di satu lingkungan saja, namun harus menyeluruh
ke dalam setiap sendi-sendi kehidupan kita.
Upaya
lainnya adalah dengan mengadakan berbagai lomba ketika menyambut perayaan hari
kemerdekaan RI. Menjelang 17 Agustus, guru dapat mengadakan berbagai lomba
misalnya menggambar, menari, menyanyi, tarik tambang, dan sebagainya. Manfaat
dari diadakannya lomba ini sangat banyak, antara lain mengembangkan kreativitas
siswa, melatih kekompakan baik antar siswa, antar guru, maupun antara siswa
dengan guru.
Kesimpulan : Di sekolah, upaya
menanamkan cinta tanah air adalah dengan mengadakan upacara bendera,
menyanyikan lagu daerah dan lagu nasional, serta mengadakan berbagai kegiatan
seperti lomba tujuh belasan dan sebagainya.
Saran
Baik keluarga, sekolah, maupun
masyarakat harus terus berupaya untuk menanamkan cinta tanah air kepada anak
khususnya usia SD karena pada usia ini anak mudah menyerap informasi. Penanaman
cinta tanah air sejak dini membuat nasionalisme pada anak semakin melekat
hingga dewasa.
Wassalamualaikum Wr.Wb.
Nama
Dosen : Dirgantara Wicaksono
Mata
Kuliah : Pengembangan Pembelajaran Pkn
di SD
Tidak ada komentar:
Posting Komentar