Jumat, 22 Mei 2015

Upaya Menanamkan Cinta Tanah Air di Keluarga



Assalamualaikum Wr.Wb

Upaya Menanamkan Cinta Tanah Air di Keluarga
Keluarga merupakan lingkungan pertama dan terkecil setiap orang. Manusia lahir dan tumbuh dalam keluarga. Keluarga mempunyai peran yang cukup besar dalam perkembangan kepribadian seorang anak. Dalam keluarga, anak memperoleh pendidikan pertamanya. Disana pula dasar atau fondasi diri seorang anak terbentuk. Bagaimana proses edukasi dalam sebuah keluarga sangat menentukan perkembangan moral, psikologis, dan spiritualis seorang anak.
Setiap keluarga harus mampu menciptakan suasana yang nyaman, aman, dan menyenangkan bagi setiap anggotanya agar tercipta ketentraman dan kedamaian yang diidam-idamkan. Hal tersebut dapat tercapai jika terjadi interaksi dan sosialisasi yang baik antar anggota keluarga.
Demikian halnya dengan penanaman cinta tanah air dalam diri seorang anak. Upaya pertama tentunya harus datang dari lingkungan keluarga. Bagaimanapun juga, keluarga adalah lingkungan yang paling kecil. Segala sesuatunya bermula di keluarga.
Upaya penanaman cinta tanah air di lingkungan keluarga dapat dilakukan dengan pemberian kebebasan setiap anggota keluarga untuk berpendapat. Sistem demokrasi dalam keluarga memang sederhana, namun justru sangat penting. Jika di dalam keluarga sudah diajarkan untuk berdemokrasi dan terbuka dengan pendapat orang lain, maka anak akan tumbuh menjadi seorang yang dapat menghargai setiap perbedaan yang ada. Hal itu sangat sesuai mengingat negara kita adalah negara yang majemuk dengan banyak perbedaan baik dalam hal adat istiadat, bahasa, budaya, suku, ras, agama, maupun pola piker tiap individu.
Jika seorang anak berbuat salah, orang tua tidak seharusnya langsung memberi hukuman. Pemberian hukuman belum tentu membuat anak merasa jera. Bahkan yang terjadi bisa sebaliknya. Anak akan merasa takut, terkekang, dan tidak nyaman berada dalam keluarga. Keluarga yang harmonis adalah keluarga yang demokratis namun penuh kasih. Yang harus dilakukan orang tua adalah bertanya kepada anak apakah ia sedang menghadapi suatu masalah dan berusaha membantu menyelesaikannya.
Jika ada masalah, penyelesaiannya haruslah dengan musyawarah. Ayah sebagai kepala keluarga tidak boleh langsung menghakimi dan menghukum si anak. Orang tua harus mampu bersikap bijaksana serta adil dalam memperlakukan anaknya. Suasana demokratis sangat sesuai dengan sila ke-4 ideologi negara kita.
Upaya lain selain bersikap demokratis ialah dengan menjaga kerukunan antar anggota keluarga. Kerukunan dapat tercapai jika masing-masing anggota keluarga menjalankan perannya dengan baik. Yang lebih muda menghormati yang lebih tua dan yang lebih tua menyayangi yang lebih muda tanpa ada sikap merendahkan.
Contoh nyatanya, kita dapat mengajarkan kepada anak bagaimana cara bersikap sopan terhadap orang yang lebih tua, mengucap salam dan menyapa jika bertemu, berpamitan ketika hendak pergi, atau meluangkan waktu untuk bersama-sama sekedar nonton televisi atau libur akhir pekan.
Cinta tanah air juga dapat diwujudkan dengan pengamalan Pancasila seperti telah dijelaskan dalam bab sebelumnya. Kita juga dapat menanamkan cinta tanah air kepada anak dengan mengajarkannya hidup hemat, tidak boros, dan disiplin.
Hal lainnya adalah dengan membantu membersihkan rumah. Terkesan sepele memang. Namun hal tersebut sesuai dengan sila ke-2 Pancasila. Contoh lainnya adalah dengan mengajarkan kepada anak untuk tidak mengganggu anggota keluarga lainnya ketika sedang beribadah. Beribadah adalah hak setiap warga negara. Untuk itu kita harus menghormatinya.

Kesimpulan: Keluarga merupakan pendidikan informal bagi anak. Keluarga juga merupakan pendidikan yang pertama dan utama bagi anak. Untuk menanamkan cinta tanah air di lingkungan keluarga adalah dengan membiasakan hidup rukun dan demokratis. Selain itu adalah dengan hidup hemat, tidak boros, disiplin, dan saling menghormati antar anggota keluarga.

Saran
Baik keluarga, sekolah, maupun masyarakat harus terus berupaya untuk menanamkan cinta tanah air kepada anak khususnya usia SD karena pada usia ini anak mudah menyerap informasi. Penanaman cinta tanah air sejak dini membuat nasionalisme pada anak semakin melekat hingga dewasa.
Wassalamualaikum Wr.Wb.

Nama Dosen   : Dirgantara Wicaksono
Mata Kuliah    : Pengembangan Pembelajaran Pkn di SD

Tidak ada komentar:

Posting Komentar