Selasa, 26 Mei 2015

belajar sambil mendengarkan musik

 assalamualaikum Wr.Wb

Belajar Sambil Mendengarkan Musik

Saat kita sedang menulis, belajar, atau membaca, sambil mendengarkan musik tanpa vokal bisa membuat kita lebih berkonsentrasi lohhhh.
Jika kamu suka mendengarkan lagu-lagu yang lembut dan tanpa vokal ketika sedang membuat tugas disekolah, pasti akan semakin fokus. 
Sebaiknya bila mendengar dengan earphone tapi jangan terlalu keras karena tidak baik untuk gendang telinga kamu.
Enggak  semua lagu cocok untuk menemani kita belajar.
Sesuaikan dengan materi pelajaran yang kita pelajari. Misalnya, lagu-lagu klasik bisa menemani kita belajar matematika dan fisika, lagu-lagu R&B cocok untuk menemani kita belajar ilmu pengetahuan sosial, kewarganegaraan, dsb. 
selamat mencoba teman .......

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Nama Dosen   : Dirgantara Wicaksono
Mata Kuliah    : Pengembangan Pembelajaran Pkn di SD


Harapan “Sebuah” Ujian Nasional



Assalamualaikum Wr.Wb
Harapan “Sebuah” Ujian Nasional
Siapapun yang mendengar, kata Ujian Nasional, mungkin seketika wajah kita berubah menjadi mungkin wajah mengerut, alis mata berubah posisi, dan lubang hidung kita akan melebar. Bahasa tubuh, yang diiringi dengan perasaan cemas dan rasa takut ini, tidak bisa berbohong atau dibohongi, untuk menunjukkan sikap kita terhadap Ujian Nasional, jangan-jangan kita tidak bisa menyambutnya dengan baik. Hehehehehe……..
Menyikapi Ujian Nasional ini, dilakukan jauh-jauh hari, oleh hampir semua siswa, orang tua siswa, guru, pengelola pendidikan, dan pihak-pihak lain yang berkepentingan, terhadap ujian tersebut.
Kenapa demikian hal ini dilakukan, sebagai bukti bahwa Ujian Nasional adalah benar-benar diistimewakan. Kehadirannya, akan membawa sukses atau bencana, tergantung masing-masing individu, yang mensikapinya.
Dalam konteks kepentingan, Ujian Nasional adalah kepentingan semua pihak, mulai dari siswa itu sendiri, orang tua, sekolah/madrasah, yayasan, pemerintah, sampai dengan penerbit buku, yang mengulas soal – soal Ujian Nasional. Sebagai siswa, persiapan yang dilakukan tentu menuntut agar seluruh mata pelajaran yang di UN kan tuntas diberikan oleh gurunya.
Sementara itu, kepentingan guru adalah bagaimana siswa memiliki daya serap tinggi terhadap mata pelajaran yang disampaikan. Sedangkan kepentingan sekolah, jelas menghendaki tingkat kelulusan UN mencapai 100%, dengan tingkat nilai kelulusan yang signifikan.
Sementara sekolah/madrasah/yayasan mengharapkan agar nanti saat penerimaan siswa baru sesuai target yang direncanakan. Lingkaran kepentingan ini, terus berputar. Siswa membutuhkan guru yang professional, guru membutuhkan sekolah/madrasah/ yayasan yang tentunya kondusif dan apresiatif. Kemudian, sekolah/madrasah/yayasan membutuhkan siswa sesuai target yang direncanakan. Tentunya keseluruhan lingkaran proses ini disebut proses belajar – mengajar tercapai sesuai yang diinginkan.
Jadi sebenarnya proses Kegiatan Belajar Mengajar (KBM) bukanlah hanya di kelas saja. Melainkan dalam atmosfir pendidikan, kegiatan yang ada hubungannya dengan upaya mencerdaskan kehidupan bangsa, dikategorikan sebagai proses kegiatan belajar mengajar. Ingat, bahwa orientasi pembelajaran selalu merujuk kepada prinsip learning to know, learning to do, learning to be, dan learning to life together, secara sinergis.
Faktor ekternal yang mensupport percepatan proses KBM (kegiatan belajar mengajar) tersebut agar lebih baik, yaitu orang tua siswa dan Pemerintah (dalam hal ini Diknas Provensi/kota atau Kemenag Provensi/Kota setempat atau didaerah). Kepentingan orang tua siswa, sebagai pengguna jasa pendidikan, menghendaki anak – anaknya mampu menyelesaikan pendidikan formalnya dengan baik dan lancar serta berhasil menguasai personal skill sebagai bekal hidupnya di masa depan.
Sementara, kepentingan Diknas dan Kemenag setempat, mengawasi dan memonitor kebijakan/program pemerintah, agar dapat berjalan sesuai juklak dan juknis yang dibuat.
Lingkaran kepentingan ini, kemudian menjadi bola salju, yang semakin tahun semakin membesar. Jika lingkaran kepentingan ini begitu besar, maka satu sama lain akan melahirkan kebutuhan yang besar pula. Kebutuhan inipun akhirnya, mau tidak mau, suka tidak suka, memupuk ketergantungan satu sama lain.
Secara internal, siswa pasti tergantung kepada guru. Guru pasti tergantung kepada lembaga/instusinya atau Yayasannya. Sekolah/Madrasah/yayasan tergantung kepada siswa. Sementara faktor eksternal, yang berpengaruh terhadap proses ketergantungan tersebut adalah orang tua siswa dan Diknas atau Kemenag. Keberadaan kedua elemen ini, untuk mensupport keberlangsungan proses yang terus berputar secara internal tersebut.
Dari proses ketergantungan yang kuat inilah, kemudian menimbulkan ekses-ekses, baik positip maupun negatif, diantara stakeholders, yang satu sama lain memiliki kepentingan masing-masing. Tulisan ini mudah-mudahan tidak memunculkan ekses-ekses yang negatif, selain agar positive thinking, juga agar tidak ada pihak-pihak yang tersinggung, karena praktek-praktek yang sudah berjalan, layaknya seperti agenda rutin tahunan.
Orang tua siswa yang menghendaki anak-anaknya sukses dalam UN, mengupayakan tambahan pendalaman materi mata pelajaran, melalui bimbingan belajar (bimbel), meskipun mungkin sekolah telah melakukan hal serupa habis-habisan bagi peserta didiknya. Sekolah melakukan penekanan habis-habisan untuk memacu produktivitas peserta didiknya (siswa), untuk bisa lulus 100 %, melalui tambahan mulai jam ke 0 dan jam ke 10 dan seterusnya. Diknas dan Kemenag atau bentuk kerja sama dengan Lembaga pendidikan lainnya mengupayakan terselenggaranya pra-UN, dan sekolah-sekolah melakukan Try out, untuk menguji coba kemampuan Ujian Nasional.
Dalam rangka melihat kondisi dan suasana seperti ini, kita semua dituntut untuk bersikap arif dan bijaksana. Apapun persoalannya, apapun masalah yang menimpa kita, sebenarnya sama proporsionalnya (sama takarannya), hanya saja, yang membedakannya adalah sikapnya terhadap masalah tersebut, Apakah masalah itu bisa selesai atau bahkan bertambah parah, tergantung pada orang tersebut dalam cara pola fikirnya.
Sikap seseorang terhadap masalah hidupnya, tergantung kepada kemampuannya dalam memahami siapa dirinya, mengetahui apa yang menjadi potensinya, dan memaknai apa yang menjadi tujuan hidupnya (apa yang penting dalam hidupnya). Kemampuan bersikap ini, secara khusus, tidak diajarkan di dalam kelas. Kemampuan bersikap (jujur) dalam diri kita, diajarkan oleh banyak pihak, antara lain : orang tua kita, guru kita, lingkungan dan masyarakat di sekitar kita. Keseluruhannya, sangat mempengaruhi perkembangan sikap dan prilaku dalam hidup kita sehari-hari.
Kita tidak bisa menyalahkan satu dua orang saja, karena sikap seseorang tidak sesuai dengan harapan orang yang berkepentingan kepada orang tersebut. Banyak pihak yang membentuk kita bersikap, seperti ini.
Akhirnya, apabila semua pihak terakomodir kepentingannya, dan stakehorldes merasa puas terhadap lingkaran proses yang berlangsung dalam kegiatan belajar-mengajar, maka dihadapkan pada Ujian Nasional, tidak perlu ada kerisauan sekecil apapun. Anggap saja ini semua, adalah orang tua, kerabat, saudara-saudara kita yang jauh-jauh datang, ingin melepas rindu kepada kita semua.
Wassalamualaikum Wr.Wb.

Nama Dosen   : Dirgantara Wicaksono
Mata Kuliah    : Pengembangan Pembelajaran Pkn di SD

Metode Diskusi dalam Pembelajaran



Assalamualaikum Wr.Wb


Metode Diskusi dalam Pembelajaran

Metode pembelajaran adalah cara yang digunakan untuk mengimplementasikan rencana yang sudah disusun dalam kegiatan nyata agar tujuan yang telah disusun tercapai secara optimal. Ini berarti metode digunakan untuk merealisasikan strategi yang telah ditetapkan. Keberhasilan implementasi strategi pembelajaran sangat tergantung pada cara guru menggunakan motode pembelajaran, karena suatu strategi pembelajaran hanya mungkin dapat diimplementasikan melalui penggunaan metode pembelajaran.
·         Metode Latihan
Model latihan (drill) istilah ini biasa juga disebut dengan metode trainingyaitu suatu cara mengajar yang baik untuk menanamkan kebiasaan-kebiasaan tertentu. Juga sebagai sarana untuk memperoleh ketangkasan, ketepatan, kesempatan dan keterampilan. Metode latihan pada umumnya digunakan untuk memperoleh suatu keterampilan dari apa yang telah dipelajari. Mengingat latihan ini kurang mengembangkan bakat atau inisiatif peserta didik untuk berpikir maka hendaknya latihan disiapkan untuk mengembangkan kemampuan motorik yang sebelumnya dilakukan diagnosis agar kegiatan itu bermamfaat bagi perkembangan mototik peserta didik.
·         Metode Pemberian Tugas
Metode pemberian tugas dan resitasi adalah cara penyajian bahan pelajaran. Dalam konteks ini, guru memberikan tugas tertentu agar peserta didik melakukan kegiatan berlajar, kemudian tugas itu harus dipertanggung-jawabkannya. Tugas yang berikan oleh guru untuk memperdalam bahan pelajaran selain itu juga berguna mengecek materi yang telah dipelajarinya. Tugas dan resitasi ini bertujuan untuk merangsang peserta didik untuk aktif belajar baik secara individual maupun secara kelompok.
·          Metode Eksperimen
Menurut Rusyan seperti yang dikutip Syaiful Sagala, terkadang orang mengaburkan pengertian eksperimen dengan kerja laboratorium. Meskipun kedua pengertian ini mengandung prinsip yang hampir sama, namun berbeda dengan konotasinya. Ekspriemen adalah percobaan untuk membuktikan suatu pertanyaan atau hipotesis tertentu. Eksperimen bisa dilakukan dalam laborato-rium atau di luar laboratorium , pekerjaan eksperimen mengandung makna belajar untuk berbuat, karena itu dapat dimasukkan ke dalam metode pembela-jaran. Metode eksperimen adalah cara penyajian bahan pelajaran dengan carapeserta didik melakukan percobaan dengan cara mengalami sesuatu untuik membuktikan sendiri pertanyaan atau hipotesis yang dipelajari.
·         Metode Ceramah
Metode ceramah dapat diartikan sebagai cara menyajikan pelajaran melalui penuturan secara lisan atau penjelasan langsung kepada sekelompok peserta didik. Metode ini paling sering digunakan oleh setiap guru atau instruktur. Hal ini selain disebabkan oleh beberapa pertimbangan tertentu, juga adanya faktor kebiasaan baik dari guru ataupun peserta didik.
·         Metode Demonstrasi
Metode demonstrasi adalah metode penyajian pelajaran dengan mempe-ragakan dan mempertunjukkan kepada peserta didik tentang suatu proses, situasi atau benda tertentu, baik sebenarnya atau hanya sekedar tiruan. Sebagai metode panyajian, demonstrasi tidak terlepas dari penjelasan secara lisan oleh guru. Walaupun dalam proses demonstrasi peran peserta didik hanya sekadar memerhatikan, akan tetapi demonstrasi dapat menyajikan bahan pelajaran lebih konkret. Dalam strategi pembelajaran, demonstrasi dapat digunakan untuk mendukung keberhasilan strategi pembelajaran ekspositori dan Inkuiri.
·         Metode Diskusi
Metode diskusi adalah metode pembelajaran yang menghadapkan peserta didik pada suatu permasalahan. Tujuan utama metode ini adalah untuk memecahkan permasalahan, menjawab pertanyaan dan memahami pengeta-huan peserta didik, serta untuk membuatu suatu keputusan. Oleh karena itu, diskusi bukanlah debat yang mengadu arguementasi. Diskusi lebih bersifat bertukar pengalaman untuk menentukan keputusantertentu secara bersama-sama. Selama ini banyak guru yang merasa keberatan untuk menggunakan metode diskusi dalam proses pembelajaran. Keberatan itu biasanya timbul dari asumsi; pertama, diskusi merupakan metode yang sulitu diprediksi hasilnya oleh karena interaksi antar peserta didik muncul secara spontan, sehingga hasil dan arah diskusi sulit ditentuan, kedua, diskusi biasanya memerlukan waktu yang cukup panjang, pada hal waktu pembelajaran di dalam kelas sangat terbatas, keterbatasan itu tidak mungkin dapat menghasilkan sesuatu secara tuntas. Sebenarnya hal ini tidak perlu dirisaukan oleh guru sebab dengan perencanaan dan persiapan yang matang kejadian semacam itu bisa dihindari.
·         Metode Simulasi
Simulasi adalah metode pelatiha yang memperagakan sesuatu dibentuk tiruan yang mirip dengan keadaansesunggunya. sebagai metode mengajar, simulasi dapat artikan cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep, prinsip, atau keterampilan tertentu.
·         Metode Sosiodrama
Sosiodrama (roel playing) berasal dari sosio dan drama sosio berartisosisal menunjuk kepada objeknya y aitu masyarakatyang terkait dengan aksi kegiatan-kegiatan sosial, dan drama berarti mempertunjukkan, memper-ton-tonkan, atau memperlihatkan. Sosial masyarakat adalah interaksi manusia dengan manusia lainnya dalam berbagai kegiatan-kegiatan sosial. Drama dalam pengertian luas adalah mempertujukkan suatu keadaan atau pristiwa-pristiwa yang dialami orang dalam bentuk interaksi sosial.
·         Metode Karya Wisata
karya wisata (field trip) ialah pesiar yang dilakukan oleh para peseta didik untuk melengkapi pengalaman belajar bertentu dan merupakan bagian integral dari kurikulum sekolah. Dengan menggunakan karya wisata sebagai metode belajar mengajar, peserta didik dibawah bimbingan guru mengunjungi tempat-tempat tertentu dengan masksud untuk balejar. Ini berbeda dengan tamasya karena hanya pergi mencari hiburan, sedangkan karya wisata peserta didik diikat dengan tujuan dan tugas belajar.
·         Metode Kerja Kelompok
istilah kerja kelompok dipakai untuk merangkung pengertian pada situasi peserta didik berada dalam satu kelompok dan dipandang satu kesatuan tersendiri untuk mencari satu tujuan pelajaran dengan bergotong royong. Metode kerja kelompok, mengandung pengertianbahwa peserta didik dalam suatu kelas dipandang sebagai satu kesatuan tersendiri, ataupun dibagi atas kelompok-kelompok kecil atau sub-sub kelompok. Sebagai metode kerja kelompok dapat dipakai mengajar untuk mencapai bermacam-macam tujuan di sekolah di dalam praktek.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Nama Dosen   : Dirgantara Wicaksono
Mata Kuliah    : Pengembangan Pembelajaran Pkn di SD


Sabtu, 23 Mei 2015

cara membuat artikel



Assalamualaikum Wr.Wb 
   
Ini sedikit Tips dan cara menulis artikel yang baik loh.,, di simak ya..
Artikel adalah karangan pendek, berkisar antara 300 sampai 1.000 kata, yang membahas tema tertentu yang ditujukan untuk menyampaikan pikiran terhadap sebuah realitas, baik berupa fakta, atau konsep tertentu.
Bagaimana cara menulis artikel dengan baik? Hmm… jawabannya tergantung jenis artikelnya. Dalam tulisan ini saya akan bantu anda menjelaskan cara membuat semua jenis artikel beserta contohnya.
Daftar Isi:
  • Langkah-langkah Menulis Artikel Secara Umum
  • Artikel Deskripsi
  • Artikel Narasi
  • Artikel Eksposisi
  • Artikel Argumentasi
  • Artikel Persuasi
  • Artikel SEO (Khusus Untuk Menulis Online)
  • Dua Jenis Penulisan
Karena tulisan ini cukup panjang, anda harus sabar membacanya. Rilekskan tubuh anda. Tarik nafas dalam dalam…. keluarkan pelan-pelan… tarik nafas lagi… keluarkan lagi… Yap, mari kita baca bersama.
Langkah-langkah Menulis Artikel Secara Umum
Secara garis besar, langkah-langkah menulis artikel dapat kita bagi menjadi 5 poin penting berikut ini:
  1. Tentukan Tema. Tema haruslah spesifik. Semakin spesifik semakin menarik minat baca.
  2. Tetapkan Tujuan penulisan. Kebanyakan artikel, apalagi dalam artikel jenis deskripsi dan narasi, tidak menyatakan tujuan penulisan secara tersurat, melainkan tersirat.
  3. Rumuskan ide pokok atau masalah. Biasanya perumusan masalah dalam bentuk pertanyaan. Hanya saja dalam penulisan artikel deskripsi dan narasi, rumusan masalahnya tidak tersurat tapi tersembunyi dibalik alur tulisan (Nanti saya jelaskan dengan contoh di bawah).
  4. Kembangkan tema dan pembahasan sesuai dengan jenis artikel (Penjabaran lebih lanjut saya uraikan dibawah)
  5. Buatlah kesimpulan. Kesimpulan bikinnya mudah. Anda bisa membuatnya dengan baik bila logika atau alur artikel anda benar.
Demikian langkah-langkah penulisan artikel secara umum. Sedangkan langkah-langkah rincinya harus anda sesuaikan dengan bentuk artikel yang ingin anda tulis. Sebab tiap bentuk artikel memiliki cara penulisan berbeda.
Berikut ini saya akan jelaskan cara penulisan masing-masing bentuk artikel beserta contohnya :
Artikel Deskripsi                        
Artikel deskripsi adalah karangan yang bertujuan untuk menulis gambaran suatu fakta sehingga pembaca dapat membayangkannya di dalam benak. Saya lebih suka menjulukinya sebagai artikel gambar.
Cara Penulisan Artikel Deskripsi
  1. Tentukan objek, baik berupa keadaan atau konsep yang mau dideskripsikan
  2. Tentukan juga tujuan penulisan (tersirat).
  3. Tentukan rumusan ide pokok (tersirat).
  4. Kembangkan tulisan menjadi urut-urutan. Apakah berdasarkan urutan waktu: pagi-siang-sore; atau urutan jam 1, jam 2, jam 3; atau urutan tahun: tahun 2000, tahun 2003, tahun 2005; atau menggunakan urutan tempat: dari pinggir ke tengah; dari pangkal ke ujung; atau kita ingin memakai urutan kepentingan: dari yang paling penting, penting ke yang kurang penting.
  5. Tutup dengan paragraf yang menyimpulkan obyek yang dideskripsikan.
Artikel Narasi
Artikel jenis ini ditujukan untuk menceritakan suatu keadaan atau situasi, baik berdasarkan urutan waktu atau urutan kejadian. Saya lebih suka menamainya sebagai artikel cerita.
Dalam artikel narasi harus ada penokohannya, seperti dalam cerita pada umumnya. Sang tokoh digambarkan sebagai sosok yang bergulat dengan masalah kehidupan dan berusaha memenangkan pergulatan tersebut. Adanya konflik kehidupan membuat tulisan jenis ini menarik minat baca. Sebab bila tidak ada konflik, maka sebuah narasi akan menjadi hambar.
Cara penulisan artikel narasi
  1. Tentukan tema.
  2. Tentukan tujuan (tersirat).
  3. Tentukan rumusan ide pokok (tersirat).
  4. Kembangkan tulisan dengan membuat alur cerita: awal – tengah – akhir. Bagian awal buatlah pembukaan yang menarik; Bagian tengah gambarkan pergulatan hidup sang tokoh sampai pada puncak konflik alias klimaks;
  5. Setelah itu, buatlah anti klimaks sebagai penutup

Artikel Eksposisi
Ertikel jenis ini merupakan karangan yang bertujuan untuk menguraikan suatu topik. Dapat berupa uraian tentang definisi, fungsi, bagian dan kegunaan suatu konsep. Dapat juga berupa langkah, cara atau proses mengerjakan sesuatu. Saya lebih suka menyebutnya sebagai artikel penjabaran.
Cara Penulisan Artikel Eksposisi
  1. Tentukan tema.
  2. Tentukan tujuan (tersurat).
  3. Tentukan rumusan ide pokok (tersurat).
  4. Kembangkan tulisan sesuai tujuan. Bila karangan ditujukan untuk menjelaskan pengertian, maka kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk menguatkan definisi atau proses. Bila anda ingin menjelaskan cara, buatlah tahapan-tahapan dari awal sampai akhir secara sistematis. Bila anda ingin menjelaskan kegunaan, buatlah kegunaannya satu persatu. Dan bila karangan ditujukan untuk menjelaskan proses, maka detilkan prosesnya.
  5. Berikan kesimpulan
Contoh artikel ini dapat anda temukan bertebaran di internet yang berkenaan dengan: definisi, fungsi, manfaat, peran, atau artikel yang berisi panduan melakukan sesuatu alias How To.
Artikel Argumentasi
Artikel ini berupa karangan adu argumen. Penulisannya dilatarbelakangi oleh kritik terhadap suatu pendapat. Penulis biasanya akan memasukkan opini pribadi kedalam tulisan, tentu dengan data atau fakta yang mendukung, sehingga pendapatnya bisa menarik dukungan dari pembaca. Saya lebih suka menjulukinya sebagai artikel pendapat.
Cara Penulisan Artikel Argumentasi
  1. Tentukan tema.
  2. Tentukan tujuan (tersurat).
  3. Tentukan rumusan ide pokok (tersurat).
  4. Kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk menguatkan pendapat sendiri dan juga dapat melemahkan pendapat orang lain.
  5. Berikan kesimpulan

Artikel Persuasi
Artikel jenis ini terkenal juga dengan arikel motivasi. Sebab penulisannya bersifat membujuk alias persuasif. Efeknya dapat menggerakkan pembaca untuk melakukan atau mengikuti sesuatu. Saya lebih suka menjulukinya sebagai artikel bujukan.
Cara Penulisan Artikel Persuasi
  1. Tentukan tema.
  2. Tentukan tujuan (tersurat).
  3. Tentukan rumusan ide pokok (tersurat).
  4. Kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk meyakinkan orang lain sehingga dapat menggerakkan pembaca untuk mengerjakan kebaikan dan menjauhi keburukan.
  5. Berikan kesimpulan.

Wassalamualaikum Wr.Wb.

Nama Dosen   : Dirgantara Wicaksono
Mata Kuliah    : Pengembangan Pembelajaran Pkn di SD